Kualitas Udara Malaysia Masuk Kategori Bahaya Akibat Asap Karhutla RI

Smallest Font
Largest Font

Kualitas udara di beberapa wilayah Malaysia, khususnya di negara bagian Sarawak, masuk dalam kategori bahaya akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Indonesia, per Senin malam.

Menurut Sistem Manajemen Indeks Polutan Udara Malaysia (APIMS), empat wilayah di Sarawak mencatat indeks kualitas udara di atas 300 atau kategori bahaya, termasuk Seran (433), Kuching (381), Samarahan (352), dan Sri Aman (339).

Selain itu, empat wilayah lain di Sarawak masuk kategori sangat tidak sehat dengan indeks antara 207 hingga 294, seperti Sarikei, Sibu, Mukah, dan Samalaju. Ada juga 13 wilayah yang masuk kategori tidak sehat dengan indeks antara 136 hingga 184.

Kementerian Kesehatan Malaysia mengimbau masyarakat terdampak untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat indeks udara melebihi 100 dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala seperti sesak napas atau batuk berkepanjangan.

Kementerian tersebut juga memperkuat pengawasan penyakit terkait kabut asap, kesiapan fasilitas kesehatan, pasokan obat-obatan, dan tenaga medis. Malaysia menekankan penanganan karhutla sebagai masalah kawasan melalui jalur ASEAN.

Pihak berwenang Indonesia mengerahkan berbagai upaya untuk memadamkan karhutla, termasuk operasi modifikasi cuaca agar hujan turun serta melibatkan pemadam kebakaran, badan penanggulangan bencana, militer, dan polisi.

Plt Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Berton Pandjaitan mengatakan penanganan karhutla butuh kerja sama lintas negara dan tidak boleh saling menyalahkan.

Jadi pendekatan kita bukan saling menyalahkan, tetapi bagaimana masing-masing negara melakukan upaya maksimal di wilayahnya dan bersama-sama mengurangi dampak asap lintas batas, ujar Berton.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjelaskan arah angin yang bergerak ke Sarawak menyebabkan asap karhutla di Kalimantan masuk ke wilayah Malaysia.

Arah anginnya kebetulan memang naik ke atas. Kalau seandainya arah anginnya dari sini, ini kebakaran yang terjadi di sini juga akan masuk ke Indonesia. Karena memang asap enggak ada KTP-nya gitu, kata Raja Juli.

Raja Juli menegaskan pemerintah tetap berupaya mencegah pencemaran asap lintas negara agar dampaknya kepada negara tetangga dapat ditekan semaksimal mungkin.

Jadi tetap saja kita akan berjuang semaksimal mungkin ya kita tidak akan memberikan dampak negatif atau mudarat kepada tetangga kita, ujar dia.

Dalam penanganan karhutla di Sumatra dan Kalimantan, Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan menghadapi kendala minimnya sumber air untuk pemadaman api di sejumlah lokasi.

Raja Juli menilai pemadaman oleh Satgas Darat lebih efektif dibandingkan water bombing, meski water bombing tetap digunakan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses.

Satgas darat ini jauh lebih efektif memadamkan api ketimbang water bombing. Water bombing itu hanya bisa memadamkan 2,5 hektar saja sedangkan satgas darat mampu memadamkan 17,5 hektar, kata Raja Juli.

Selain itu, Kementerian Kehutanan melalui penegakan hukum memproses 30 kasus dugaan pidana karhutla dan memberikan sanksi berat kepada beberapa pelanggar.

Ada 52 pemegang apa namanya PBPH yang juga sudah diberikan peringatan, pengawasan secara intensif dan enam di antaranya sudah diberikan sanksi berat, jelas Raja Juli.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed