Letusan Krakatau 1883 Menjadi Bencana Alam Pertama yang Diberitakan Global

Smallest Font
Largest Font

Letusan dahsyat Gunung Krakatau pada 26 Agustus 1883 mencatatkan sejarah sebagai bencana alam terbesar pada abad ke-19. Peristiwa bersejarah ini menjadi fenomena pertama yang beritanya dapat tersebar luas ke berbagai penjuru dunia secara cepat.

Ledakan gunung tersebut menghasilkan suara paling keras yang pernah terekam bumi. Suaranya terdengar hingga Pulau Rodriguez di Samudra Hindia sejauh 4.653 km dan Alice Springs di Australia sejauh 4.800 km, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.

Gelombang kejut dari ledakan Krakatau mengelilingi planet bumi sebanyak tujuh kali. Kekuatan destruktifnya diperkirakan mencapai 10.000 kali lipat dibanding bom atom Hiroshima.

Bencana ini memakan korban jiwa sedikitnya 36.000 orang. Para penyintas yang bertahan harus menghadapi gelombang tsunami, gelombang letusan susulan, hingga teror awan abu super panas.

Semburan abu vulkanik membubung setinggi 80 km ke angkasa saat puncak letusan terjadi. Pada saat bersamaan, hempasan gas panas bergerak tak terkendali menerjang pulau-pulau di sekitarnya dengan kecepatan 150 km/jam.

"Mereka yang tidak terbunuh panas ekstrem, pasti tewas akibat terjangan debu dan pasir kecepatan tinggi. Panasnya cukup menghanguskan apa pun yang dilaluinya," kata Dr. Dave Rothery dari Departemen Ilmu Bumi di Open University.

Ancaman paling mematikan justru berasal dari gelombang tsunami raksasa setinggi 40 meter yang menyapu daratan setelah letusan. Dahsyatnya hempasan air laut tersebut bahkan sanggup melempar terumbu karang seberat 600 ton ke daratan.

Penyebaran informasi bencana ini berlangsung sangat cepat berkat keberadaan jaringan kabel telegraf bawah laut yang baru terpasang di samudera. Teknologi komunikasi kode morse memungkinkan para operator menyiarkan kabar duka ini antarbenua secara instan.

"Ini adalah pertama kalinya gunung berapi meletus dan langsung diketahui saat itu juga. Kabel telegraf bawah laut merupakan jaringan komunikasi yang menjadi cikal bakal internet," cetus Profesor Nick Petford dari Fakultas Ilmu Bumi dan Geologi di Kingston University, London.

Kehadiran teknologi telegraf memicu lahirnya studi ilmiah modern pertama tentang aktivitas gunung berapi. Ahli geologi asal Belanda, Rogier Verbeek, langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mencatat seluruh fenomena geologi tersebut secara terperinci.

Langkah Verbeek kemudian disusul oleh rombongan ilmuwan geologi dari Royal Society London. Penelitian lapangan menunjukkan bahwa dua pertiga area Pulau Krakatau telah hancur lebur, namun memicu kemunculan pulau-pulau baru, termasuk Anak Krakatau yang bertahan hingga kini.

Kapasitas penyebaran berita pada masa itu mengalami lompatan teknologi yang signifikan. Sebagai perbandingan, kabar penembakan Presiden Abraham Lincoln pada 1865 membutuhkan waktu hingga 12 hari untuk sampai dari Washington ke London.

Kecepatan kabar letusan Krakatau didorong oleh tiga faktor utama, yakni penemuan kode morse, pendirian kantor berita Reuters oleh Julius Reuter, serta gelaran kabel telegraf bawah laut.

Laporan awal mengenai bencana ini dikirimkan oleh agen perusahaan finansial Inggris, Lloyd's, yang berada di lokasi. Pesan singkat berbunyi "Letusan gunung berapi yang kuat, Pulau Krakatowa" berhasil terkirim ke Batavia sebelum kabel telegraf terputus gelombang tsunami.

Dari Batavia, kawat berita bergerak melewati Singapura, Madras, Trincomalee, Kolombo, Bombay, hingga melintasi Terusan Suez menuju Port Said. Warta tersebut kemudian melintasi Malta, Gibraltar, Teluk Biscay, Porthcurno, hingga menyeberangi Samudra Atlantik menuju stasiun penerima Reuters di Newfoundland dan Boston.

Surat kabar The Boston Globe berhasil mencetak kabar gempa tersebut di halaman utama hanya dalam tempo empat jam setelah pesan diterima. Masyarakat di Boston dan New York sudah dapat membaca berita bencana Krakatau di Indonesia pada keesokan harinya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed