Madrasah Matangkan Persiapan Peserta Hadapi Olimpiade Madrasah Indonesia 2026

Smallest Font
Largest Font

Berbagai madrasah di Indonesia sedang memperkuat persiapan menghadapi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 dengan melakukan sosialisasi dan pembinaan intensif bagi peserta didik.

OMI 2026 berlangsung mulai Agustus hingga November, melibatkan jenjang MI, MTs, dan MA dengan dua bidang kompetisi yakni Sains dan Riset. Pelaksanaan OMI meliputi tahapan seleksi berjenjang dari tingkat satuan pendidikan hingga nasional.

Kepala MTsN 1 Bandar Lampung, Hamsir, menyampaikan hasil zoom meeting terkait pelaksanaan OMI kepada para wakil kepala madrasah dan pembina mata pelajaran pada 24 Agustus 2026.

"Keberhasilan mengikuti OMI bukan hanya tanggung jawab murid atau pembina secara individual, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur madrasah," ujar Hamsir.

Hamsir menekankan pentingnya pembina mata pelajaran melakukan pemetaan potensi siswa sesuai bidangnya serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kesiapan mental.

Waka Kurikulum MTs Miftahul Ulum 2 Bakid, Muhammad Ismail, mengikuti sosialisasi OMI yang diadakan secara daring oleh Kanwil Kemenag Jawa Timur pada 22 Agustus 2026.

"Sosialisasi ini sangat penting bagi kami untuk memahami arah dan teknis pelaksanaan OMI Tahun 2026. Setelah mendapatkan informasi secara utuh, kami akan melakukan pemetaan terhadap potensi siswa dan mempersiapkan mereka sesuai bidang yang akan diikuti," kata Muhammad Ismail.

Menurutnya, pembinaan prestasi harus dilakukan secara terarah dan berkelanjutan untuk memberikan kesempatan kepada siswa berkembang dan berprestasi.

Suratno, Waka Kurikulum MAN 1 Muaro Jambi, menyatakan persiapan guru dan siswa menjadi faktor utama kesiapan menghadapi OMI 2026.

"Persiapan yang baik akan membantu siswa lebih siap, baik dari sisi pengetahuan maupun mental," ujar Suratno.

Di MAN 1 Muaro Jambi, pembinaan melibatkan guru pendamping yang memberikan materi dan latihan sesuai bidang yang diikuti siswa. Fokus tidak hanya penguasaan materi tetapi juga kesiapan mental menghadapi kompetisi.

Suratno menambahkan, dukungan dari seluruh unsur madrasah sangat diperlukan agar proses latihan dan pembinaan berjalan efektif dan peserta dapat tampil maksimal.

OMI Sains dibagi berdasarkan jenjang dengan cabang lomba seperti Matematika Terintegrasi, IPA Terintegrasi, Biologi Terintegrasi, dan lainnya. Sementara OMI Riset mengangkat tiga ruang lingkup yaitu Ekoteologi, SDGs, dan Transformasi Digital.

Juknis OMI 2026 memuat ketentuan pelaksanaan, peserta, bidang lomba, serta tahapan seleksi dan dapat diunduh sebagai pedoman bagi madrasah dan peserta.

Jadwal OMI Sains antara lain sosialisasi 21 Agustus, seleksi tingkat satuan pendidikan 22-26 Agustus, pelaksanaan kabupaten/kota pada 7-8 September, provinsi 5-6 Oktober, dan nasional 10-11 November 2026.

Untuk OMI Riset, tahapan dimulai dengan pendaftaran dan unggah proposal 22 Agustus-2 September, presentasi proposal 9-11 September, pelaksanaan riset hingga 20 Oktober, dan final pada 10-12 November 2026.

Peserta OMI Sains harus berstatus siswa aktif dengan NISN dan hanya boleh mengikuti satu bidang sesuai jenjang dan kemampuan. Peserta OMI Riset berasal dari kelas tertentu MTs dan MA dengan ketentuan karya asli dan proses administrasi lengkap.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed