Manajemen Bantah Hotel Shangri-La Surabaya Dijual Rp 2,3 Triliun
Sebuah kabar mengenai penjualan Hotel Shangri-La Surabaya dengan harga Rp 2,3 triliun beredar luas di media sosial Threads pada Jumat malam (28/8). Informasi ini memicu kehebohan dan menarik perhatian banyak netizen di Kota Pahlawan.
Hotel bintang lima yang berlokasi di Jalan Mayjen Sungkono ini disebutkan memiliki luas lahan 47.751 meter persegi, terdiri dari 16 lantai dan 1 basement, dengan total 385 kamar. Hotel yang berdiri sejak 11 Januari 1995 tersebut ditawarkan dengan sistem pembayaran tunai. Informasi ini diunggah oleh akun Threads @sahatmaruli8 yang juga menyampaikan mekanisme pembelian dan rincian spesifikasi hotel.
Unggahan ini telah mendapatkan respons signifikan, dengan 612 tanda suka, 478 komentar, dan telah disebarkan kembali sebanyak 1.900 kali di platform Threads, menurut laporan dari Detik Travel.
Pihak manajemen Hotel Shangri-La Surabaya menanggapi kabar tersebut dengan tegas membantahnya. Marketing & Communication Hotel Shangri-La, Yuliana, menyatakan bahwa informasi penjualan hotel itu merupakan hoax dan tidak didukung oleh pernyataan resmi manajemen.
"Hingga detik ini tidak ada official statement resmi dari Shangri-La Surabaya beserta management mengenai hal tersebut. Hoax," ujar Yuliana.
Lebih lanjut, Yuliana menambahkan bahwa pihak hotel akan menindaklanjuti setiap kabar bohong demi menjaga kenyamanan dan kepercayaan tamu hotel.
"Informasi yang beredar tersebut tidak benar. Kami memastikan bahwa setiap kabar hoax ditangani dengan serius, dan pihak hotel akan menindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku untuk menjaga kenyamanan serta kepercayaan para tamu," jelasnya.
Ketika ditanya tentang kemungkinan laporan ke pihak berwajib, pihak hotel belum memberikan jawaban pasti.
"Sampai saat ini belum ada statement lagi mengenai hal itu," pungkasnya.
Di sisi lain, netizen Indonesia merespons kabar ini dengan candaan dan guyonan. Ada yang bingung memilih antara membeli hotel atau jajanan pentol, ada pula yang bercanda ingin mengambil alih hotel tersebut dengan sistem Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
"Pagi-pagi galau disuruh milih beli hotel apa pentol depan rumah ya," tulis akun @gracelaurentia, yang kemudian dibalas oleh @selvisetiawan, "Kalo boleh saran, pentol aja kak. Langsung dan gak ribet."
"Ini hotel kesukaan anakku, dijual? Aku kasih tau anakku dulu ya, siapa tau celengannya udah cukup," komentar akun @gustinisha sambil mengecek saldo tabungan anaknya.
"Apa bisa KPR mas? Kalo bisa, saya gak minat..." tambah akun @dede_sholihin.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow