Menteri Keuangan Siapkan Penanganan Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Kementerian Keuangan menyatakan siap menangani penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung melalui Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kemenkeu, seperti dilansir dari Detik Finance.
Proses penyerahan kereta cepat ke Kemenkeu diperkirakan berlangsung pertengahan September 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pihaknya akan menghitung kewajiban pembayaran utang yang harus diselesaikan.
"Kira-kira pertengahan bulan dikasih ke kami kan kereta cepat. Ya sudah, kita beresin. Nanti utangnya ya kita hitung, mungkin ada nanti BUMN yang di bawah Departemen Keuangan yang menangani itu," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026).
Purbaya menegaskan tidak ada pembayaran biaya yang harus diberikan Kemenkeu kepada Danantara dalam proses penyerahan tersebut. Semua kewajiban utang akan ditanggung oleh SMV yang berada di bawah Kemenkeu.
"Nggak ada. Itu kan dana penyertaan ekuitas dikasih ke saya, nol rupiah. Kan saya nanggung utang ke depannya.
SMV saya menanggung utang ke depannya. Jadi nggak ada cost-nya buat saya," jelas Purbaya.
Meskipun tidak mengeluarkan biaya saat proses penyerahan, pembayaran utang akan dilakukan setiap tahun oleh perusahaan di bawah Kemenkeu yang ditugaskan untuk menangani utang kereta cepat.
Menurut Purbaya, SMV yang akan mengelola kewajiban tersebut tidak perlu mencari investor baru karena sudah memiliki kemampuan keuangan yang cukup.
"Nggak, sudah ada uangnya. Sudah ada juga. Kan kalau SMV, let's say satu perusahaan SMV aja, keuntungannya berapa sekarang?
Rp 3 triliun, Rp 4 triliun setahun. Ditambah dengan operasionalnya sendiri, mungkin dapat Rp 800 miliar keuntungannya," kata Purbaya.
Dia menambahkan kemampuan keuangan SMV cukup untuk membayar utang yang ada saat ini, walaupun perhitungan final masih akan dilakukan sebelum skema resmi ditetapkan.
"Cukuplah untuk bayar utang yang ada sekarang. Nanti kita hitung. Yang jelas kami nggak bayar, kami nggak bayar ke Danantara untuk penyerahan ini," tegas Purbaya.
Purbaya juga menyebutkan bahwa SMV yang akan bertanggung jawab atas utang kereta cepat belum ditentukan. Pemerintah masih akan memutuskan perusahaan mana yang akan menjalankan tugas tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow