Menteri Perumahan Larang Penggunaan Asbes sebagai Atap Rumah di Jakarta
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman melarang penggunaan asbes sebagai atap rumah karena berpotensi menyebabkan masalah kesehatan serius seperti kanker paru-paru. Larangan ini diikuti rencana renovasi rumah beratap asbes untuk warga berpenghasilan di bawah Rp 5,7 juta per bulan di Jakarta.
Hal ini disampaikan Menteri saat memeriksa rumah kumuh yang akan diperbaiki melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Menteng, Jakarta Pusat. Program ini memudahkan syarat perbaikan rumah, dengan fokus pada kerusakan satu bagian rumah, termasuk atap.
"Misalkan dulu (syarat bedah rumah) satu, lantainya rusak. Dua, temboknya. Tiga, atapnya. (Sekarang) salah satu saja (bagian rumah yang rusak) sudah bisa diperbaiki.
Supaya kita permudah aturannya. Jangan dipersulit. Itu tolong sosialisasikan.
Terutama asbes. Karena Jakarta itu pemakai asbes tertinggi di Indonesia dengan Bangka Belitung, ya. Karena asbes itu bisa bikin kanker paru-paru," ujar Menteri Perumahan.
Ia menegaskan bahwa penerima manfaat program bedah rumah sebaiknya tidak lagi memakai asbes dan mengganti atap dengan genteng melalui program Gentengisasi yang sedang berlangsung.
"Jadi yang asbes-asbes segera itu diperbaiki saja, ya. Asbes itu nggak boleh. Itu bisa merusak kesehatan," tambahnya.
Menurut situs Ayo Sehat yang dikelola Kementerian Kesehatan, paparan asbes meningkatkan risiko kanker paru-paru, terutama bagi perokok. Gejala penyakit akibat asbes bisa mirip dengan tuberculosis (TBC), sehingga sering salah diagnosis.
Selain itu, paparan partikel asbes yang sangat kecil dari atap asbes dapat masuk ke paru-paru dan menyebabkan peradangan serta kerusakan jaringan dalam jangka panjang, dengan masa laten munculnya penyakit bisa mencapai 10-40 tahun atau lebih.
Program bantuan bedah rumah gratis mensyaratkan penerima memiliki rumah yang tidak layak huni, kepemilikan tanah jelas, berada pada tingkat kesejahteraan desil 1-4, dan belum pernah menerima bantuan serupa sebelumnya, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow