Menteri PKP Maruarar Sirait Tindak Pengembang Apartemen LRT City

Smallest Font
Largest Font

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengadukan pengembang Apartemen LRT City, PT Adhi Commuter Properti Tbk, ke BPK dan BPKP di Hotel Mulia, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026), akibat keluhan ribuan konsumen terkait proyek hunian yang tak kunjung selesai dilansir dari Detikcom.

Langkah tegas ini diambil pemerintah setelah menerima laporan dari ribuan masyarakat yang telah menyetorkan uang pembayaran namun belum menerima unit apartemen yang dijanjikan. Menteri PKP mendesak seluruh pengembang agar menjaga integritas dan tidak merugikan masyarakat.

"Saya lagi menangani sekarang masalah LRT City, anak perusahaan dari Adhi Karya, ribuan orang sudah mengadu. Saya sudah adukan ke BPK, BPKP, kita akan proses. Jangan lagi dong merugikan rakyat," kata Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Maruarar meminta para pelaku industri properti untuk mencontoh pengembang yang memiliki reputasi baik serta mengutamakan kejujuran dalam menjalankan bisnis pembangunan perumahan.

"Kalau mau jadi pengembang ya jadi kayak Angga (Direktur Utama Pesona Kahuripan Group), Wawan (Direktur Utama PT Kawah Anugerah Property) sama si Widodo (pemilik Perumahan Puri Delta City Side) itu kerja keras, jujur, jaga reputasi. Jangan terima uangnya rumahnya enggak jelas," tegas Ara.

Mengenai pengawasan proyek hunian bersubsidi, Maruarar menyatakan tidak akan memberikan toleransi kepada pengembang yang membangun hunian secara sembarangan demi melindungi hak konsumen.

"Saya memilih keras kepada pengembang-pengembang yang enggak benar. Walaupun saya diserang, saya terima! Tapi demi kepentingan rakyat dan perlindungan rakyat lebih bagus saya diserang oleh pengembang yang tidak benar.

Saya terima itu! Karena kalau pengembang yang benar enggak perlu takut mau diaudit dunia akhirat enggak perlu takut," ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, pihak kementerian berencana mempertemukan seluruh pihak terkait guna menyelesaikan sengketa pembangunan apartemen tersebut pada pekan depan.

"Nanti mudah-mudahan, minggu depan, saya sudah undang Pak Dony (Dony Oskaria) sebagai (Kepala) BP BUMN, sebagai induknya BUMN ya dan Pak Dony sudah oke. Nanti kita akan bareng untuk mengundang para pengembang dan perwakilan konsumen," ujarnya.

Sejumlah proyek Apartemen LRT City di kawasan Tebet, Ciracas, dan Cibubur belum diserahterimakan kepada pembeli meski sebagian konsumen tetap dibebani kewajiban membayar cicilan KPA. Selain itu, pengajuan pengembalian dana konsumen belum mendapat kepastian akibat tekanan finansial pengembang.

Manajemen PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) mengonfirmasi bahwa kendala likuiditas dan proses restrukturisasi perusahaan menjadi penyebab utama tertundanya penyelesaian proyek tersebut.

"Kondisi yang tengah dihadapi Perseroan saat ini, dipengaruhi oleh tekanan likuiditas, pelaksanaan proses restrukturisasi perusahaan, serta berbagai langkah strategis dalam rangka menjaga keberlangsungan usaha," kata Farid Budiyanto, Direktur Operasi ADCP.

Manajemen memastikan penuntasan proyek di tiga lokasi tersebut akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan skema penyehatan keuangan perusahaan.

"Perseroan menyadari bahwa penyelesaian seluruh proyek belum dapat dilakukan secara bersamaan. Oleh karena itu, Perseroan terus memprioritaskan langkah efisien dan efektif dalam penyelesaian proyek agar dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan dan perkembangan proses penyehatan perusahaan," ungkapnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed