Mie Sop Amanda Hadirkan Sensasi Kulineran Sumatera Utara di Antara Buku

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Sensasi menyantap makanan khas Sumatera Utara sambil dikelilingi ribuan buku kini bisa dirasakan di Jakarta Pusat. Kedai Mie Sop Amanda menghadirkan perpaduan unik antara tempat makan dan toko buku yang membuat pengunjung betah berlama-lama.

Seperti dilansir dari Detik Travel, tempat unik ini bertempat di Jalan Kramat Raya, Kompleks Maya Indah Nomor 5B, Senen, Jakarta Pusat. Usaha ini beroperasional setiap Selasa hingga Minggu mulai pukul 10.00 sampai 21.00 WIB, sedangkan pada hari Senin tutup.

Akses menuju lokasi terbilang mudah menggunakan moda transportasi umum TransJakarta. Pengunjung dapat turun di Halte TransJakarta Jaga Jakarta, kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki beberapa meter menuju kedai.

Dibalik konsep unik tersebut, tempat ini awalnya murni beroperasi sebagai toko buku yang didirikan sejak tahun 1980. Sang pemilik, Dumaria Simbolon, mengungkapkan bahwa perubahan konsep dilakukan karena penjualan buku fisik kian sepi di era modern.

"Awalnya ini adalah toko buku dari tahun 1980. Karena sepi toko buku era sekarang, aku coba masak terus PO dari rumah awalnya dan kepikiran untuk buka di sini," ujar Dumaria.

Penggabungan dua konsep tersebut mulai dibuka secara resmi pada 12 Mei 2025. Pada masa awal buka, area makan pengunjung terbatas di area teras saja.

"Awal buka itu hanya di teras aja masuk ke dalam setelah 5 bulan di 2025," kata sang pemilik.

Setelah berjalan sekitar lima bulan, penataan ulang dilakukan dengan memindahkan area makan ke dalam bangunan. Langkah ini membuat pengunjung bisa menikmati sajian tepat di antara deretan rak buku tinggi.

Bisa Membaca Buku hingga Pilihan Menu Khas

Tersedia lebih dari lima genre buku yang ditawarkan kepada pengunjung, mulai dari literatur berat hingga novel santai. Koleksi buku tersebut dijual dengan kisaran harga Rp 15.000 hingga Rp 200.000, serta dapat dibaca langsung di lokasi.

"Ada banyak yang bilang 'kak bisa dibaca gak bukunya?'. Oh bisa, kalau dia nggak pake segel," ujar Dumaria.

Inovasi tempat ini terbukti menarik minat masyarakat hingga mampu menjual sekitar 200 mangkuk hidangan setiap harinya. Penjualan buku pun ikut meningkat seiring ramainya pelanggan yang datang.

Sajian yang ditawarkan memiliki rentang harga yang cukup terjangkau, yakni mulai Rp 3.000 hingga Rp 30.000. Menu utama yang disajikan berfokus pada hidangan khas Sumatera Utara seperti mie sop dan mie gomak.

"Jadi, aku awalnya mie sop terus lama-lama aku tambahin mie gomak, mie gomak goreng, mie gomak kuah," kata Dumaria.

Selain mie sop dan variasi mie gomak, kedai ini menyediakan menu mie pocal dengan siraman saus kacang, lengkap beserta beraneka ragam camilan dan minuman penutup.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed