Militer Amerika Serikat dan Nigeria Tewaskan Pimpinan ISIS Abu Bakr

Smallest Font
Largest Font

Operasi militer gabungan antara Amerika Serikat dan Nigeria berhasil menewaskan petinggi kelompok radikal ISIS, Abu Bakr al-Mainuki, di kawasan Danau Chad, Nigeria, pada Jumat (15/5/2026) waktu setempat. Informasi keberhasilan operasi ini kemudian dilansir dari Investor Daily pada Sabtu (16/5/2026).

Kawasan Danau Chad saat ini menjadi episentrum baru aktivitas kelompok radikal tersebut. Wilayah ini menjadi basis pergerakan mereka setelah runtuhnya kekhalifahan ISIS di Suriah dan Irak pada 2017 silam.

Pengumuman mengenai keberhasilan operasi militer ini disampaikan langsung oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melalui unggahan larut malam di media sosial pribadinya.

"Dia (Al-Mainuki) mengira bisa bersembunyi di Afrika, tetapi dia tidak tahu bahwa kami memiliki sumber yang terus memberi tahu kami tentang apa yang dia lakukan," ujar Trump.

Pihak Gedung Putih sendiri sebelumnya telah mengambil langkah agresif di wilayah tersebut. Presiden Donald Trump tercatat mengirimkan pasukan penasihat militer ke Nigeria pada Februari 2026, yang kemudian diikuti dengan pengerahan armada pesawat tanpa awak atau drone tempur sebulan setelahnya.

Kematian Al-Mainuki juga dikonfirmasi langsung oleh Presiden Nigeria, Bola Tinubu, kepada publik. Menurut Tinubu, pimpinan ISIS tersebut tewas bersama beberapa letnan kepercayaannya akibat serangan udara tepat di kompleks persembunyiannya.

Berdasarkan keterangan seorang pejabat intelijen yang enggan disebutkan namanya, Al-Mainuki merupakan sosok kunci dalam pengorganisasian dan pendanaan global ISIS. Tokoh radikal tersebut dilaporkan sedang merencanakan serangan yang menargetkan kepentingan Amerika Serikat.

Penilaian atas dampak operasi ini disampaikan oleh peneliti senior di Good Governance Africa, Malik Samuel. Dirinya mengategorikan tewasnya Al-Mainuki sebagai pencapaian terbesar dalam operasi penumpasan terorisme di Afrika Barat, mengingat perannya sebagai salah satu pencetus terbentuknya Islamic State West Africa Province (ISWAP) setelah memisahkan diri dari Boko Haram pada 2016.

Sementara itu, juru bicara militer Nigeria, Samalia Uba, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan buah manis dari kemitraan strategis dan pertukaran informasi intelijen yang baru dibentuk antara Amerika Serikat dan Nigeria.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed