Netanyahu Yakin Israel Bisa Gulingkan Rezim Iran Dalam Waktu Dekat
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan keyakinan bahwa rezim Republik Islam Iran akan segera runtuh menyusul serangan terbaru Amerika Serikat (AS).
Netanyahu mengatakan rezim Iran kini berada dalam kondisi lemah dan berjuang mempertahankan kelangsungan hidupnya. Ia yakin Israel bisa menggulingkan rezim tersebut dalam waktu dekat.
"Rezim ini saat ini sedang goyah. Kondisinya lebih lemah dari sebelumnya. Mereka sedang berjuang untuk bertahan hidup," ujar Netanyahu dalam acara bersama para pimpinan militer Israel, Kamis (3/9), dilansir AFP.
"Saya yakin kami bisa melenyapkan ancaman ini untuk selamanya—yaitu, menggulingkan rezim ini. Itu tugas utama yang masih menanti kami, namun waktunya sudah dekat. Itu bukan hal yang mustahil. Itu berada dalam jangkauan," tambahnya.
Netanyahu menilai misi Israel terhadap Iran belum selesai meski Amerika Serikat saat ini mengalami kebuntuan dalam negosiasi dengan Teheran. Ia menyebut Iran enggan berunding hingga AS habis kesabaran.
"Jika mereka tidak menyerang kita, itu bukan kebetulan. Mereka menyerang semua orang, tetapi tidak kita," kata Netanyahu.
"Mereka tahu kekuatan kita-kekuatan persenjataan kita-dan tekad kita," ujarnya lagi.
Serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran dimulai pada akhir Februari lalu, namun pada April Presiden AS Donald Trump memerintahkan gencatan senjata yang membuat Israel enggan menghentikan pertempuran sepihak.
Amerika Serikat kembali meningkatkan tekanan kepada Iran melalui ancaman sanksi dan serangan militer pekan ini. Iran membalas dengan menyerang sekutu AS di kawasan Teluk, Yordania, dan wilayah otonom Kurdistan di Irak, namun tidak menyerang Israel.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan kesiapan negaranya merespons "dengan kekuatan besar" jika diserang Iran, terutama selama hari raya besar Yahudi yang dimulai pertengahan September.
"Saat ini, mereka (Iran) melancarkan serangan terhadap berbagai wilayah di kawasan ini, kecuali terhadap kita," kata Katz dalam konferensi media Rabu (2/9), dikutip AFP.
"Tetapi, ada kemungkinan mereka akan menyerang kita. Kita siap menghadapinya dari sisi pertahanan," tegas Katz.
Ia menambahkan jika serangan terjadi, Israel akan merespons secara mandiri tanpa bergantung pada pihak lain dan "pesawat-pesawat kita siap untuk lepas landas."
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan serangan terhadap pangkalan-pangkalan AS di Yordania, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, dan Erbil di Irak sebagai balasan atas pengeboman AS di wilayah Iran.
Konflik antara AS dan Iran yang sudah berlangsung enam bulan ini semakin memanas, sementara Israel tetap tidak terlibat langsung secara militer sejak gencatan senjata pada April lalu.
Katz juga menyebut serangan Iran sering terjadi saat hari besar Yahudi karena mereka membenci orang Yahudi, namun Israel siap secara defensif maupun ofensif, dengan koordinasi AS.
Meski Iran secara konstitusional mengakui komunitas Yahudi di negaranya, pemimpin Iran tetap sangat anti-Israel dan mendukung kelompok militan seperti Hamas.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow