OJK Optimistis Review MSCI Dorong Investor Asing Masuk Bursa
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis hasil peninjauan pasar oleh penyedia indeks global MSCI pada Juni 2026 dapat menjadi acuan positif bagi investor asing untuk meningkatkan kembali partisipasi modal di Bursa Efek Indonesia.
Pelaku pasar saat ini tengah menantikan pengumuman penting dari MSCI, yaitu hasil Market Accessibility Review pada Jumat (19/6/2026) dan Annual Market Classification Review pada Rabu (24/6/2026) waktu Indonesia.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menjelaskan bahwa aliran modal keluar investor asing belakangan ini dipengaruhi oleh penyesuaian portofolio pasif menyusul rebalancing indeks MSCI.
"Dan itu sebenarnya sudah terjadi kalau kita catat momentum terbesarnya terjadi di akhir hari masa rebalancing yaitu di tanggal akhir hari perdagangan bulan Mei yaitu di tanggal 29 Mei 2026 yang lalu. Kan kelihatan tuh net sale-nya besar sekali ya," kata Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK.
OJK mencatat bahwa berdasarkan data per 15 Juni 2026, investor asing membukukan net foreign outflow sebesar Rp67,45 triliun secara year to date, meskipun aksi beli selektif harian tetap terjadi.
"Nah tentu kita secara bertahap ingin mengundang kembali partisipasi asing itu baik melalui aktifan terutama kalau kita lihat kan setiap hari sekarang tidak hanya aksi jual gitu ya tapi setiap hari masih saja ada yang juga asing mencatatkan posisi beli," ujar Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK.
Regulator dan Bursa Efek Indonesia juga menegaskan kembali bantahan terhadap rumor yang menyebutkan status Indonesia akan diturunkan, karena saat ini Indonesia tetap bertahan di kategori emerging market.
"Saya optimis nanti terkonfirmasi di hasil review market accessibility dan benar-benar nanti dikuatkan dengan konfirmasi waktu hasil dari market classification. Nah kita harapkan itu menjadi acuan bagi seluruh investor terutama investor asing untuk kemudian secara selektif masuk kembali ke pasar modal kita," kata Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK.
Dilansir dari Stockbit, perbaikan transparansi data kepemilikan menjadi salah satu poin yang dinilai berpotensi mempertahankan status pasar saham Indonesia dalam klasifikasi indeks global tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow