Pakta Pertahanan Makkah Perkuat Keamanan Kawasan Timur Tengah

Smallest Font
Largest Font

Arab Saudi, Turki, dan Pakistan resmi menandatangani pakta pertahanan bersama bertajuk Mecca Joint Defence Agreement di Makkah pada 7 Agustus 2026. Kesepakatan trilateral ini menegaskan bahwa agresi militer terhadap salah satu anggota akan dianggap sebagai serangan kepada seluruh pihak pembawa perjanjian tersebut.

Langkah strategis ini mencakup koordinasi berkala menteri luar negeri, menteri pertahanan, hingga panglima militer. Selain latihan militer gabungan di darat, laut, dan udara, ketiga negara mengintegrasikan pertahanan udara, sistem nirawak, perang elektronik, kecerdasan buatan, hingga transfer teknologi pertahanan.

Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri, memberikan klarifikasi terkait kekhawatiran sebagian pihak bahwa pakta ini dapat memperluas eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah.

"Kami percaya ini adalah perkembangan yang sangat penting, tetapi ini untuk tujuan pertahanan," kata Zahid.

Ia menekankan komitmen historis negaranya dalam menjaga stabilitas kawasan secara aktif melalui mekanisme diplomasi maupun perantara damai.

"Pakistan selalu bekerja untuk pertahanan, dan kami akan terus memainkan peran untuk keamanan kolektif kawasan kami," ujar Zahid.

Zahid menambahkan bahwa sinergi regional menjadi syarat mutlak untuk menciptakan kestabilan yang berkelanjutan bagi seluruh pihak.

"Namun, kami juga meyakini betapa pentingnya bagi seluruh negara di kawasan ini untuk bekerja sama demi kepentingan masing-masing maupun kepentingan bersama," kata Zahid.

Respon positif juga datang dari Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump memberikan apresiasi terhadap pengesahan kesepakatan militer tersebut melalui unggahan di platform media sosial.

"Saya sangat senang Arab Saudi, Turki, dan Pakistan akhirnya menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah," kata Trump.

Menurutnya, pembentukan aliansi ini menandai fase baru kemandirian pertahanan di kawasan tersebut.

"Ini menunjukkan bahwa Timur Tengah mulai bersatu dan negara-negara akhirnya akan mampu mempertahankan diri dengan lebih baik," ujar Trump.

Sementara itu, akademisi Hubungan Internasional Ankara University, Betul Dogan-Akkas, menyebut pakta ini sebagai sinyal penting dari Turki kepada negara-negara Teluk untuk membangun daya tangkal mandiri.

"Erdogan memberi sinyal kepada dunia dan negara-negara Teluk bahwa ia dapat mendukung terbentuknya sistem keamanan regional ketika kekuatan hegemon dunia tidak menjalankan perannya dengan baik," kata Dogan-Akkas kepada Al Jazeera.

Analis dari King Faisal Center for Islamic Research and Studies, Umer Karim, memandang kesepakatan ini sebagai pelengkap arsitektur keamanan yang sudah ada.

"AS akan tetap berada di kawasan ini, tetapi mitra-mitra lokal kemungkinan akan meningkatkan kontribusi mereka sendiri dan bekerja lebih erat untuk menutup kekurangan akibat ketergantungan mereka terhadap AS," kata Karim.

Mengenai implementasi teknis kesepakatan yang menyerupai Pasal 5 NATO, pakar hubungan internasional Ibn Haldun University, Gokhan Ereli, menilai langkah Turki murni untuk menekan ketergantungan keamanan.

"Jika negara-negara Teluk khawatir payung keamanan AS memiliki banyak lubang, Ankara justru menduga payung itu sejak awal tidak pernah benar-benar menaunginya," kata Ereli.

Penjelasan teknis mengenai prosedur bantuan militer antaranggota juga disampaikan oleh otoritas diplomatik Turki, Menlu Hakan Fidan, yang menegaskan bahwa skema bantuan tetap memerlukan permintaan resmi serta mekanisme penentuan jenis dukungan dari negara terdampak.

"Pakta ini memang menciptakan alternatif yang bisa dijalankan. Namun, mengingat ketergantungan struktural negara-negara Teluk terhadap AS, pakta ini tidak benar-benar dapat menggantikannya," kata Karim.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed