Panglima Angkatan Bersenjata ASEAN Sepakati Kerja Sama Militer Baru
Panglima Angkatan Bersenjata negara-negara ASEAN menyepakati penguatan solidaritas dan diplomasi pertahanan kawasan melalui Sidang ke-23 ASEAN Chiefs of Defence Forces Meeting yang digelar secara daring pada Kamis, 21 Mei 2026.
Pertemuan bertema "Securing Our Future Together" tersebut dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina serta diikuti oleh delegasi militer dari berbagai negara anggota, termasuk Indonesia dan Vietnam.
Dalam forum strategis itu, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina menegaskan urgensi respons kolektif dari seluruh anggota militer kawasan dalam menghadapi lingkungan keamanan yang dinamis dan semakin kompleks.
"Bersama Kita Mengamankan Masa Depan Kita" kata Jenderal Romeo S. Brawner Jr., Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina.
Jenderal Romeo S. Brawner Jr. menjelaskan bahwa kerja sama pertahanan yang berkelanjutan antarnegara anggota menjadi instrumen krusial untuk meningkatkan saling percaya sekaligus mempromosikan perdamaian regional.
Sementara itu, dukungan terhadap fokus kerja sama militer yang berorientasi pada pembangunan kepercayaan strategis serta teknologi baru dinyatakan oleh Kepala Staf Umum Tentara Rakyat Vietnam.
"Bersama Kita Mengamankan Masa Depan Kita," kata Jenderal Nguyen Tan Cuong, Wakil Menteri Pertahanan Nasional Vietnam.
Terkait isu sengketa di perairan regional, Jenderal Nguyen Tan Cuong menyatakan bahwa negaranya tetap memegang teguh komitmen perdamaian berdasarkan regulasi maritim internasional yang berlaku universal.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang mengikuti kegiatan dari Cilangkap, Jakarta Timur, turut menggarisbawahi pentingnya penguatan kapasitas pertahanan siber serta bantuan kemanusiaan guna menghadapi tantangan multidimensional di kawasan Indo-Pasifik.
"Securing Our Future Together" kata Jenderal TNI Agus Subiyanto, Panglima TNI.
Jenderal TNI Agus Subiyanto juga mendorong implementasi operasional yang konkret melalui peningkatan kesadaran domain maritim, patroli terkoordinasi, serta interoperabilitas latihan militer antarangkatan bersenjata.
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia mengonfirmasi pengerahan alutsista TNI untuk pengamanan KTT ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina, yang melibatkan penyiagaan tiga kapal perang dan lima pesawat tempur F-16.
"Jadi, kegiatan ini bukan didasarkan pada adanya ancaman atau potensi konflik tertentu yang secara spesifik ditujukan kepada presiden maupun kepala negara peserta KTT ASEAN," kata Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekjen Kemenhan.
Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menambahkan bahwa seluruh operasi pengamanan tersebut dilakukan secara terukur dengan tetap menghormati kedaulatan negara sahabat.
"Ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan operasi gabungan dan pengamanan VVIP yang memang dirancang untuk menguji kesiapan personel, sistem komando, mobilitas, interoperabilitas antarmatra serta kemampuan respons cepat terhadap berbagai kemungkinan situasi," kata Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekjen Kemenhan.
Pihak Kemenhan memastikan langkah ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan operasi gabungan VVIP dan pengujian sistem komando antarmatra.
"Seluruh kegiatan dilaksanakan secara terukur, professional, dan tetap mengedepankan prinsip kehatian-hatian serta penghormatan terhadap kedaulatan negara sahabat," kata Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekjen Kemenhan.
Sidang ACDFM kemudian resmi mengadopsi Rencana Aksi Dua Tahun Angkatan Bersenjata ASEAN periode 2026-2028 sebelum Filipina menyerahkan tongkat kepemimpinan forum kepada Singapura.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow