Pemerintah Alokasikan Anggaran Pertahanan Rp329,5 Triliun pada RAPBN 2027

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah mengalokasikan anggaran Fungsi Pertahanan sebesar Rp329,47 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 pada Rabu (19/8/2026). Anggaran yang dijalankan oleh Kementerian Pertahanan dan Lembaga Ketahanan Nasional ini naik sekitar Rp30,4 triliun atau 10,1 persen dibandingkan proyeksi 2026 sebesar Rp299,1 triliun.

Jumlah tersebut menyerap sekitar 8,04 persen dari keseluruhan belanja negara dalam RAPBN 2027 yang direncanakan mencapai Rp4.097,19 triliun. Pos belanja pertahanan dialokasikan untuk memperkuat kedaulatan negara, modernisasi alutsista, serta mengantisipasi dinamika geopolitik global dan ancaman siber yang kian kompleks.

Pernyataan resmi mengenai arah kebijakan dan rincian alokasi dana tersebut tertuang dalam dokumen fiskal pemerintah.

"Dalam rangka mendukung arah kebijakan tersebut, anggaran Fungsi Pertahanan dalam RAPBN tahun anggaran 2027 direncanakan sebesar Rp329.472,0 miliar (Rp329,5 triliun)," tulis Buku Nota II Keuangan Hal. 4-42, dikutip Rabu (19/8).

Dokumen resmi tersebut juga menegaskan tujuan utama penetapan anggaran nasional untuk sektor keamanan wilayah Republik Indonesia.

"Langkah strategis ini diarahkan guna menjaga kedaulatan negara, melindungi keutuhan wilayah NKRI," tulisnya.

Perkembangan realisasi belanja sektor pertahanan Indonesia tercatat mengalami peningkatan signifikan dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.

"Dalam kurun waktu tahun 2022-2025, realisasi anggaran Fungsi Pertahanan mengalami peningkatan dari Rp150.276,9 miliar pada tahun anggaran 2022 menjadi Rp348.580,9 miliar pada tahun anggaran 2025," ucapnya.

Situasi perekonomian global juga diproyeksikan masih menghadapi tantangan berat yang memengaruhi penyesuaian pos anggaran di berbagai kementerian dan lembaga.

"Perekonomian dunia pada tahun 2027 diperkirakan masih akan menghadapi dinamika yang kompleks dan tingkat ketidakpastian yang tinggi," demikian dikutip dari ringkasan eksekutif buku tersebut.

Pemerintah menetapkan lima keluaran utama dari dana pertahanan 2027, meliputi pengadaan dan pemeliharaan alutsista maupun nonalutsista, pembangunan sarana prasarana, pengembangan industri pertahanan nasional, penguatan komponen cadangan, serta penyelenggaraan operasi militer matra darat, laut, dan udara.

Meskipun naik dibanding 2026, angka RAPBN 2027 ini masih lebih rendah 5,5 persen jika dibandingkan realisasi belanja pertahanan tahun 2025 yang sempat melonjak hingga Rp348,58 triliun. Di sisi lain, anggaran Kementerian Pertahanan sendiri ditetapkan naik menjadi Rp189,01 triliun pada 2027 dari posisi Rp187,1 triliun pada 2026.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed