Pemerintah Siapkan Revisi UU Otsus Aceh Target Selesai 2026

Smallest Font
Largest Font

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menyatakan pemerintah berupaya menyelesaikan pembahasan revisi Undang-Undang Otonomi Khusus Aceh pada 2026. Penegasan ini disampaikan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026), di tengah rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Langkah percepatan undang-undang yang dijadwalkan berakhir pada 2027 tersebut merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah pusat telah melakukan koordinasi dengan jajaran pemerintah daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) untuk membahas keberlanjutan payung hukum wilayah tersebut.

"Untuk masyarakat Aceh saya sudah bertemu dengan Pak Gubernur kemudian juga Wakil Gubernur dan seluruh DPRA Aceh," kata Supratman di Istana Merdeka, Senin (17/8).

Supratman menjelaskan konsultasi bersama jajaran pejabat daerah tersebut difokuskan pada pemetaan pasal-pasal krusial dalam undang-undang otonomi daerah yang akan habis masa berlakunya tersebut.

"Dan Presiden sudah memerintahkan kepada saya untuk berkoordinasi dengan teman-teman di DPR. Kita berharap mudah-mudahan (revisi UU) Otsus Aceh bisa selesai tahun ini," katanya.

Proses konsultasi undang-undang ini berlangsung seiring dinamika keamanan lokal pascademo warga dan insiden kericuhan di Banda Aceh pada Sabtu (15/8/2026). Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh sepakat berkonsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri guna menuntaskan kejelasan aturan mengenai Bendera Bulan Bintang.

"Hasil rapat untuk menjadi kesepakatan bersama. Mengenai Bendera Bulan Bintang, Pemerintah Aceh dan DPR Aceh bersama-sama berkonsultasi dengan Kemendagri," kata Juru Bicara Pemerintah Aceh Nurlis Effendi di Banda Aceh, dikutip Antara, Minggu (16/8).

Selain pembahasan regulasi daerah, peringatan HUT ke-81 RI di Jakarta turut diwarnai pelaksanaan kirab Bendera Pusaka dari Monumen Nasional menuju Istana Negara pada pukul 08.07 WIB. Rangkaian upacara pengibaran bendera tersebut melibatkan 76 anggota Paskibraka Nasional 2026 dari 38 provinsi yang dikukuhkan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Sabtu (15/8/2026).

Pemerintah DKI Jakarta menyediakan 21 titik lokasi parkir berkapasitas 20.578 kendaraan di sepanjang kawasan Monas hingga Dukuh Atas untuk mengantisipasi lonjakan warga. Di sisi lain, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan permohonan maaf secara tertulis karena absen dari upacara Istana lantaran harus menjalani pemeriksaan kesehatan rutin di Mayo Clinic, Amerika Serikat.

"Bulan Agustus ini, saya berada di Rochester, Amerika Serikat, untuk melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan atau medical check-up. Dan saya akan selesai melakukan pemeriksaan kesehatan di Mayo Clinic pada akhir Agustus ini," ujarnya dalam keterangan video, Minggu (16/8).

Mantan Kepala Negara tersebut menambahkan bahwa pemeriksaan organ dalam tersebut merupakan prosedur tahunan pascaoperasi penanganan medis yang dijalaninya pada 2021 lalu.

"Saya ingin menggunakan kesempatan yang baik ini di hari yang bersejarah dan membahagiakan bagi bangsa Indonesia, saya ingin mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia," ujar SBY.

Sejumlah tokoh publik dan keluarga mantan presiden tampak hadir di lokasi upacara Istana Merdeka, termasuk Ratna Sari Dewi Soekarno yang datang mengenakan kebaya putih.

"Tahun ini kebetulan Ibu Dewi Soekarno sedang berkunjung ke Indonesia dan beliau berkunjung ke Jakarta sehingga karena waktunya pas, kemudian beliau bisa hadir," kata Prasetyo di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026).

Mensesneg menjelaskan bahwa undangan resmi upacara kemerdekaan selalu disalurkan secara rutin kepada seluruh trah mantan presiden dan wakil presiden setiap tahunnya.

"Memang setiap tahun kan sebenarnya, hampir seluruh keluarga presiden dan wakil presiden terdahulu, hanya memang tidak selalu di setiap tahun beliau-beliau itu memiliki waktu atau jadwalnya bisa sesuai," ucap Prasetyo.

Dalam kesempatan tersebut, Ratna Sari Dewi Soekarno menyoroti perubahan fisik dan penambahan infrastruktur tata ruang yang ada di dalam area Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

"Saya kaget sekali istananya sudah ganti banyak ya, ada gedung yang dulu tidak ada. Dulu antara Istana Negara dan Istana Merdeka ada halaman yang besar sekarang ada gedung," kata Ratna di Istana Merdeka.

Sambil menyaksikan jalannya prosesi upacara proklamasi, dirinya menyampaikan aspirasi singkat bagi pertumbuhan negara di masa depan.

"Selalu maju sekali," ucap dia.

Mensesneg Prasetyo Hadi memaparkan bahwa seluruh kesiapan teknis penyelenggaraan upacara bendera dan hiburan telah disimulasikan secara matang sejak geladi bersih akhir pekan lalu.

"Dari hasil evaluasi dapat kami sampaikan bahwa Insha Allah kami siap untuk nanti hari Senin memberikan yang terbaik kepada seluruh rakyat Indonesia. Insha Allah 99 persen, yang 1 persen kita semua serahkan kepada yang di atas. Tapi insya Allah, bismillah," kata Prasetyo pasca-geladi bersih di Istana Merdeka, Sabtu.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed