Pemprov Kalteng Tetapkan Tanggap Darurat Karhutla dan Siagakan Personel

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan tahun 2026 menyusul maraknya titik api di wilayah gambut. Langkah strategis ini diambil Gubernur H. Agustiar Sabran guna memaksimalkan penanganan di lapangan serta mempercepat pengerahan ribuan personel gabungan.

Kebakaran hebat melalap area gambut dekat Jembatan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, sejak Minggu (30/08) malam. Peristiwa tersebut memperburuk kualitas udara di Kota Palangkaraya hingga menyentuh angka PM2.5 sebesar 128.4 µg/m³ atau kategori sangat tidak sehat pada Senin malam, serta memicu pembatalan sejumlah penerbangan di Bandara Tjilik Riwut.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalteng per 30 Agustus 2026 mencatat 49.551 titik panas dan 2.222 kejadian karhutla dengan total area terbakar mencapai 6.358,71 hektare. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemprov Kalteng menyiagakan 10.700 personel gabungan yang mencakup BPBD, TNI, Polri, serta lebih dari 5.300 relawan dari Masyarakat Peduli Api dan organisasi kemasyarakatan lainnya.

Gubernur Kalteng secara resmi telah menerbitkan Keputusan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 100.3.3.1/230/2026 tertanggal 31 Agustus 2026 tentang penetapan status tanggap darurat karhutla. Saat memimpin Apel Gelar Pasukan di Istana Isen Mulang pada Senin (31/08), ia menekankan pentingnya kesiapan seluruh elemen dalam satu komando.

"Pastikan personel kita siap dan memahami tugas, memiliki perlengkapan dan logistik yang memadai, serta dalam koordinasi yang jelas. Pastikan mereka semua terlindungi," kata Agustiar Sabran, Gubernur Kalimantan Tengah.

Di area terdampak, api dilaporkan berhasil dikendalikan hingga jarak 250 meter dari kawasan Jembatan Tumbang Nusa menuju arah Sungai Kahayan. Tim gabungan terus melakukan pendinginan dan pembasahan guna mencegah munculnya kembali titik api di lahan gambut tersebut.

Kepolisian dan pihak terkait masih menyiagakan personel serta alat berat di lokasi kejadian. Pengukuran luas pasti area yang terbakar di kawasan Tumbang Nusa akan dilakukan secara teknis oleh instansi berwenang.

"Sudah feeling saat lihat enggak ada pesawat yang mendarat sejak pukul 10 pagi dari Yogyakarta. Terus makin sore, kabut asap makin parah," kata Edithia, warga Palangkaraya.

Dampak kabut asap tebal memicu penundaan hingga pembatalan jadwal penerbangan akibat jarak pandang yang turun drastis di bawah ambang batas aman lima kilometer.

"Lalu ada informasi, kalau sampai jam lima sore enggak ada perubahan dibatalkan dan ternyata memang makin parah [kabut asapnya]," kata Edithia, warga Palangkaraya.

Proses evakuasi warga dan anggota keluarga yang rentan terhadap penyakit ISPA dan gangguan pernapasan terus berlangsung ke wilayah yang lebih aman.

"Apalagi ibu sudah mulai sesak napasnya dan batuk-batuk. Terus ada penyakit diabetes dan habis keluar dari rumah sakit beberapa bulan lalu," kata Edithia, warga Palangkaraya.

Di pemukiman dekat lokasi kebakaran, warga setempat memilih tetap bertahan guna menjaga aset properti serta tempat usaha mereka dari ancaman api.

"Mulai dari kemarin sore tidak ada padamnya. Kami [di sini] menjaga walet kami ini, tidak ada meninggalkan lagi, tidak ada kemana-mana, khusus menjaga di sini, kalau [api] sampai ke sini," kata Sabran, warga Kabupaten Pulang Pisau.

Penanganan lahan gambut dalam dengan kedalaman mencapai lima meter menjadi tantangan utama pemadaman karena sifatnya yang mudah membara di bawah permukaan.

"Jadi lokasi kebakaran yang tadi malam (Minggu) itu sebenarnya daerah gambut lindung dengan kedalaman sekitar lima meter. Artinya ketika terjadi kebakaran di area gambut, ini akan sangat sulit sekali dipadamkan," kata Janang Firman Palanungkai, Direktur Eksekutif Daerah Walhi Kalimantan Tengah.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed