Pemprov Papua Pegunungan dan Pemkab Jayawijaya Latih Ekonomi Kreatif OAP

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan bersama Pemerintah Kabupaten Jayawijaya mendorong peningkatan kapasitas 300 pelaku ekonomi kreatif Orang Asli Papua melalui pelatihan pengolahan pangan lokal dan penyaluran bantuan modal usaha di Wamena, Jayawijaya, sejak Kamis (20/8/2026).

Langkah sinergis tersebut dilakukan untuk menekan kerugian petani akibat anjloknya harga komoditas hortikultura saat panen raya sekaligus memperkuat potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah berbasis hasil bumi seperti kopi, keladi, pisang, dan hipere.

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Papua Pegunungan mencatat sedikitnya 300 pelaku ekonomi kreatif telah terdata di delapan kabupaten, dengan alokasi dana Otonomi Khusus tahun 2026 mencapai sekitar Rp4 miliar.

"Sesuai infomarsi yang masuk dari bidang, jumlah pelaku ekonomi kreatif yang terdata hingga kini 300 di seluruh wilayah Papua Pegunungan," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua Pegunungan, Hulu Bahabol.

Pengembangan potensi lokal tersebut difokuskan pada pengolahan komoditas unggulan daerah agar memiliki daya saing komersial tinggi di pasaran.

"Mungkin dari sekian banyak jenis usaha yang dijalankan pelaku ekonomi kreatif di antaranya kopi. Masyarakat di delapan kabupaten saat ini sudah mampu mengembangkan biji kopi menjadi suatu produk yang memiliki nilai jual di pasaran dengan berbahan biji kopi daerah daerah setempat," ujar Hulu Bahabol.

Guna memperkuat permodalan para wirausahawan lokal, pemerintah daerah telah menyiapkan program stimulus ekonomi yang dijadwalkan cair dalam waktu dekat.

"Kami menyiapkan anggarannya, kemudian Bapak Gubernur memberikan secara langsung bantuan modal usaha bagi 50 kelompok atau pelaku ekonomi kreatif delapan kabupaten," ucap Hulu Bahabol.

Skema pembagian bantuan finansial tersebut masih memfinalisasi petunjuk teknis pelaksanaan dari pimpinan daerah.

"Kami belum menentukan besaran anggaran setiap kelompok atau pelaku ekonomi kreatif berapa besar, masih menunggu arahan dan petunjuk dari bapak gubernur. Bantuan kemungkinan akan diberikan pada bulan ini atau September 2026," kata Hulu Bahabol.

Pemerintah daerah mengapresiasi terobosan lembaga keagamaan dan komunitas yang turut mengambil peran aktif melatih keterampilan praktis masyarakat pedalaman.

"Kami hadir mewakili bapak gubernur sangat terkesima dengan apa yang dilakukan oleh Yayasan Shekina Papua dalam memberikan pelatihan bagi OAP khususnya ibu-ibu dan pemuda dalam keterampilan mengolah bahan-bahan lokal menjadi produk yang bisa memiliki nilai jual di pasaran," ujar Hulu Bahabol.

Dukungan tersebut ditegaskan kembali sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan pemerintah provinsi dalam mendampingi sektor ekonomi kreatif daerah.

"Sangat luar biasa yayasan ini membantu mempersiapkan generasi muda muda dan masyarakat untuk memiliki kemampuan di bidang ekonomi dalam hal ini mengelola hasil bumi menjadi produk-produk unggulan di pasaran," kata Hulu Bahabol.

Program pembinaan di lapangan juga mencakup rencana tindak lanjut berupa pemberian modal kerja secara bertahap bagi kelompok usaha terpilih.

"Sesuai arahan dari bapak gubernur maka kami akan membantu 50 pelaku ekonomi kreatif dari delapan kabupaten untuk meningkatkan usaha yang sedang mereka kerjakan saat ini. Besaran nominalnya belum kami putuskan, tetapi jumlahnya 50 kelompok yang ada di delapan kabupaten," ujar Hulu Bahabol.

Di tingkat kabupaten, melimpahnya hasil panen pertanian kerap memicu depresi harga yang merugikan para petani lokal Jayawijaya.

"Namun, melimpahnya hasil panen pada musim tertentu sering menyebabkan harga buah segar menurun, sementara produk segar juga memiliki daya simpan yang terbatas," kata Plt Staf Ahli Bupati Jayawijaya Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Natalis Mumpu.

Oleh karena itu, transformasi bahan mentah menjadi olahan kekinian menjadi solusi strategis untuk memperpanjang usia simpan komoditas hasil bumi.

"Melalui pelatihan ini kita ingin mengubah buah segar yang mudah rusak menjadi produk olahan yang tahan lama, kreatif, dan bernilai ekonomi tinggi," ujar Natalis Mumpu.

Pelatihan tersebut menggembleng peserta agar menguasai rantai produksi secara menyeluruh, mulai dari teknik olahan hingga strategi pengemasan modern.

"Ilmu yang didapat jangan hanya disimpan, tetapi harus menjadi modal untuk membuka atau mengembangkan usaha mandiri di rumah," kata Natalis Mumpu.

Penguatan kapasitas sumber daya manusia di sektor ini diharapkan mampu mencetak wirausahawan mandiri baru di wilayah pegunungan Papua.

"Kita berharap kehadiran wirausahawan baru dari hasil pelatihan ini bisa menopang ketahanan ekonomi keluarga sekaligus menyerap tenaga kerja lokal," ujar Natalis Mumpu.

Pemerintah Kabupaten Jayawijaya juga menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Yayasan Shekina dan BLKK Shekina yang memfasilitasi jalannya kegiatan agroindustri tersebut.

"Kami berharap pelatihan ini dapat melahirkan wirausahawan-wirausahawan baru, meningkatkan pendapatan keluarga, serta mendorong pertumbuhan UMKM dan perekonomian masyarakat di Jayawijaya," kata Natalis Mumpu.

Pihak penyelenggara menyatakan bahwa program pelatihan terpadu yang berlangsung selama tiga hari tersebut menyasar kelompok binaan gereja yang terdiri dari ibu-ibu dan generasi muda.

"Peserta yang mengikuti pelatihan ini memiliki pengetahuan dan keterampilan. Setelah pelatihan selesai, kami juga berharap akan terus dilakukan pendampingan sampai kita melihat hasilnya," kata Ketua Yayasan Shekina Papua, Pdt. Albert T. Yappo.

Pendampingan secara konsisten menjadi faktor kunci agar peserta dapat secara mandiri mengomersialkan hasil olahan komoditas lokal.

"Kalau pelatihan secara penuh sebenarnya membutuhkan waktu minimal 16 hari. Namun untuk tahap ini kami mengambil tiga hari dengan sistem teori dan praktik secara langsung. Jadi ketika instruktur memberikan penjelasan, peserta langsung mempraktekkannya," ujar Pdt.

Albert T. Yappo.

Target jangka panjang dari pelatihan agroindustri ini adalah melahirkan produk cenderamata khas Jayawijaya yang dapat menjangkau pasar wisatawan.

"Kami berharap melalui pelatihan yang singkat ini ibu-ibu dan pemuda yang memang selama ini menjadi binaan gereja dapat mengolah hasil bumi seperti pisang, singkong, hipere menjadi produk-produk UMKM maupun ekonomi kreatif yang memiliki nilai komersial di pasaran," kata Pdt. Albert T. Yappo.

Pendampingan berkelanjutan dari Yayasan Shekina diharapkan memastikan seluruh produk buatan peserta memenuhi standar pasar lokal maupun regional.

"Harapan kami, peserta memiliki kemampuan dan keterampilan. Setelah pelatihan, kami akan terus melakukan pendampingan sampai melihat hasilnya," ujar Pdt. Albert T. Yappo.

Materi pelatihan agroindustri yang diajarkan mencakup seluruh tahapan pengolahan pakan, mulai dari penanganan bahan mentah, pembuatan kue dan jus, hingga pengemasan akhir.

"Pelatihan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai dari hari ini sampai hari Sabtu. Materi yang diberikan adalah bagaimana mengelola bahan mentah menjadi bahan jadi. Kemudian pada hari terakhir, peserta akan belajar mengenai proses produksi dan pengemasan atau packing produk," kata Instruktur Pelatihan, Hendrik Legi.

Model pengajaran langsung memadukan teori dan praktik guna memastikan para peserta cepat menguasai keahlian baru secara praktis.

"Kami berharap dari kegiatan pelatihan di BLKK Sekina Wamena ini dapat mendukung terciptanya budaya ekonomi kreatif. Setelah selesai mengikuti pelatihan, para peserta diharapkan memiliki bekal dan keahlian untuk kembali mencoba mengelola usaha sendiri," ujar Hendrik Legi.

Sistem praktik langsung dilaporkan mempermudah para peserta memahami proses pengolahan bahan pangan lokal secara presisi.

"Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi langsung melakukan praktik sehingga lebih mudah memahami materi," kata Hendrik Legi.

Peningkatan keterampilan teknis pengolahan hasil pertanian ini diproyeksikan membuka lapangan kerja baru serta menopang pendapatan ekonomi keluarga di Kabupaten Jayawijaya.

"Dengan keterampilan ini, peserta diharapkan mampu mengembangkan usaha, menciptakan lapangan pekerjaan, sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga," ujar Hendrik Legi.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed