Pemerintah Targetkan Pemulihan Desa Adat Sade Rampung Sebelum MotoGP

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah menargetkan perbaikan dan pembangunan fasilitas sementara di Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tuntas sebelum puncak musim kunjungan wisatawan dan agenda balap MotoGP di Mandalika. Kebakaran yang melanda permukiman tradisional Suku Sasak tersebut pada Sabtu (22/8/2026) malam berdampak langsung pada ratusan warga serta ekosistem pariwisata lokal.

Data sementara per 27 Agustus 2026 mencatat musibah ini menghanguskan 75 unit rumah adat, 69 unit artshop, 8 lumbung alang, 1 unit menara pantau, 4 berugak sekenam, 6 berugak sakepat, serta 1 unit bale beleq atau museum. Bencana tersebut memengaruhi kehidupan 189 kepala keluarga dan 320 pelaku usaha pariwisata lokal yang menggantungkan mata pencaharian di kawasan tersebut.

Penanganan jangka pendek difokuskan pada percepatan pembangunan museum sementara sebagai sarana edukasi budaya bagi wisatawan, fasilitas ibadah berupa masjid, penyaluran bantuan logistik, dapur umum, hingga trauma healing. Kementerian Pariwisata bersama pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan alat tenun untuk memulihkan aktivitas ekonomi warga secara bertahap.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan pentingnya keberlanjutan peran masyarakat dalam menjaga tradisi kawasan tersebut.

"Sebagian besar masyarakat Sade merupakan pelaku pariwisata yang selama ini menjaga tradisi sekaligus menjadi bagian penting dari wajah pariwisata Lombok," kata Widiyanti.

Pemerintah juga menyiapkan empat langkah jangka panjang, termasuk pembentukan tim kerja lintas kementerian dan lembaga, penyusunan master plan rekonstruksi kawasan, pembuatan akun donasi terpadu, hingga penyediaan sistem proteksi kebakaran terintegrasi.

"Kami dari Kementerian Pariwisata bersama Poltekpar juga membantu, kami akan rapatkan dengan Pemda tentang bagaimana memulihkan kembali dan membangun kembali dan tentu sama-sama melibatkan masyarakat. InsyaAllah kita bisa berkolaborasi," ujar Widiyanti.

Pemanfaatan teknologi keselamatan modern seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR) komunal dan penampungan air darurat turut dirancang agar menyatu dengan estetika desa tanpa merusak karakter tradisionalnya.

"Bagaimana teknologi yang ada sekarang bisa dimanfaatkan sehingga tersedia infrastruktur keselamatan dan bisa menjadi contoh bagi desa-desa adat lainnya. Mudah-mudahan ini tidak membutuhkan waktu lama," kata Widiyanti.

Proses rekonstruksi menyeluruh ini diharapkan dapat berjalan lancar melalui kerja sama seluruh pihak.

"Mudah-mudahan melalui upaya, kolaborasi, dan gotong royong seluruh pihak, baik ekosistem pariwisata, pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun swasta, kita bisa bersama-sama membangun kembali desa ini. Tentunya masyarakat desa sendiri harus dilibatkan dalam seluruh prosesnya," kata Widiyanti.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan bahwa pengarahan dari kementerian menjadi pijakan dalam menyusun langkah pemulihan kawasan wisata ini.

"Ibu Menteri tadi sudah mengarahkan fondasi bagi kita untuk mulai berpikir jangka menengah dan jangka panjang, yaitu ke arah rekonstruksi untuk membangun Sade, mencakup penyiapan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan untuk keberlanjutan desa tersebut," jelas Iqbal.

Komitmen menjaga keaslian arsitektur lokal turut disuarakan oleh perwakilan warga setempat selama proses rekonstruksi berlangsung.

"Kami tidak akan menghilangkan nilai tradisional dari bentuk rumah kami di sini. Semoga dengan adanya aktivitas ini banyak mengundang para donatur yang berkunjung sehingga kami bisa membangun rumah tradisional kami seperti semula," tutur Amak Pani.

Kawasan Desa Adat Sade di Rembitan, Pujut, berjarak sekitar 10 kilometer atau 15 menit berkendara dari Sirkuit Mandalika, menjadikannya salah satu destinasi wisata budaya utama bagi para penonton kejuaraan balap internasional di Lombok.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed