Mata Merah Usai Erupsi Gunung Berapi Perlu Pemulihan Hingga Dua Minggu

Smallest Font
Largest Font

Keluhan mata merah, perih, hingga terasa ganjal kerap dialami masyarakat usai bencana erupsi gunung berapi atau hujan abu vulkanik reda. Kondisi tersebut tetap terjadi meskipun area sekitar tempat tinggal telah dibersihkan.

Dokter spesialis mata dari Mayapada Eye Center (MEC) Sudirman, dr Rini Sulastiwaty Situmorang, SpM(K), menjelaskan bahwa abu vulkanik memiliki karakteristik yang berbeda dibanding debu biasa. Partikel abu vulkanik tergolong kasar serta tajam, sehingga berpotensi memicu iritasi hingga peradangan pada kornea maupun konjungtiva mata, seperti dilansir dari Detik Health.

Durasi penyembuhan mata yang terpapar debu vulkanik sangat bervariasi. Proses pemulihan alami untuk iritasi ringan atau pendarahan di lapisan putih mata umumnya membutuhkan waktu sekitar 1 hingga 2 minggu.

Terdapat dua faktor utama yang memengaruhi kecepatan proses pemulihan mata pada setiap individu. Faktor tersebut meliputi kondisi awal (baseline) kesehatan mata seseorang serta tingkat risiko paparan abu yang dialami.

"Jadi kadang-kadang startnya setiap orang ini kan kondisi awalnya berbeda. Yang kita harus lihat itu ada satu, orangnya baseline kesehatan matanya ada di mana waktu itu. Yang kedua, risiko paparan yang terjadi pada tiap orang, kamu dan saya mungkin berbeda," kata dr Rini.

Individu dengan riwayat mata kering atau yang pernah menjalani operasi mata memerlukan durasi pemulihan lebih lama. Di sisi lain, warga yang kerap beraktivitas di luar ruangan seperti jurnalis maupun sukarelawan menerima paparan debu jauh lebih tinggi dibanding orang di dalam ruangan.

Lamanya iritasi juga bergantung pada tingkat kedalaman luka pada organ penglihatan. Mata dapat menutup luka dengan cepat apabila gesekan abu hanya mengenai lapisan paling atas. Sebaliknya, proses regenerasi jaringan memerlukan waktu lebih lama jika gesekan menimbulkan luka yang lebih dalam.

Pertolongan Pertama saat Terkena Abu Vulkanik

Membilas mata menggunakan air mengalir menjadi langkah awal paling tepat saat mata kemasukan debu vulkanik. Tindakan mengucek atau sekadar mengedip-kedipkan mata tidak dianjurkan untuk menangani kondisi tersebut.

Penggunaan tetes air mata buatan (artificial tears) yang dijual bebas di pasaran dapat membantu meredakan mata merah tingkat ringan. Tetes mata ini berfungsi memberikan lubrikasi agar kondisi mata membaik secara bertahap.

Masalah iritasi mata akibat sisa erupsi Gunung Anak Krakatau masih dirasakan oleh sejumlah warga. Penanganan tepat dan langkah pencegahan menjadi hal penting untuk menjaga kesehatan organ penglihatan dari dampak debu vulkanik.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed