Penyaluran FLPP Turun 15 Persen Akibat Kendala Pasokan Perumahan Subsidi
Penyaluran dana fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) mengalami penurunan sebesar 15 persen per 28 Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dari 162.344 unit menjadi sekitar 137.400 unit, dilansir dari Detikcom.
Penurunan ini disebabkan oleh faktor pasokan perumahan subsidi, bukan dari sisi permintaan masyarakat yang masih tinggi.
Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho menyatakan, "Contohnya masalah perizinan, masalah lahan, kemudian juga eskalasi harga-harga material yang membuat teman-teman pengembang yang modalnya terbatas agak kesulitan meningkatkan skala produksinya."
Heru Pudyo menambahkan bahwa meskipun terdapat kendala, pihaknya tetap optimistis dapat memenuhi kuota FLPP sebanyak 350.000 unit, termasuk dengan adanya rumah susun subsidi yang siap ditempati sebanyak 10.000 unit.
"Kita tetap optimis lah, tetap berupaya maksimal dengan seluruh ekosistem. Saya tahu situasinya tidak mudah, bahkan di berbagai daerah juga teman-teman pengembang luar biasa mau mengorbankan sekitar 10-15% margin-nya untuk menutup eskalasi harga-harga yang dikisaran itu ya," ujar Heru Pudyo.
Sebelumnya, realisasi penyaluran FLPP pada 23 Juli 2026 sudah mencapai 111.537 unit, dengan rincian 111.527 unit rumah tapak dan 10 unit rumah susun.
Dengan target penyaluran FLPP sebesar 350.000 unit, realisasi tersebut mencapai 31,87 persen dengan nilai pembiayaan yang sudah diberikan sebesar Rp 13,874 triliun.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow