Penyebab Panci Stainless Steel Kusam dan Cara Mengatasinya

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Peralatan masak berbahan stainless steel sering kali kehilangan kilauannya atau memunculkan bercak setelah digunakan dalam jangka waktu tertentu. Perubahan tampilan ini tergolong normal dan bukan indikasi penurunan kualitas barang, sebagaimana dikutip dari Detik Food yang melansir Southern Living.

Kondisi kusam tersebut tidak hanya menimpa peralatan dapur berharga murah, tetapi juga dapat terjadi pada produk kelas atas. Faktor utama pemicunya melibatkan paparan suhu panas, teknik pembersihan yang diterapkan, serta aktivitas memasak harian.

Material stainless steel berkualitas tinggi seperti jenis 304 atau 18/10—dengan kandungan 18 persen kromium dan 10 persen nikel—memang tercatat lebih tahan korosi serta bercak dibandingkan tipe 18/0 yang lebih ekonomis dan rendah nikel. Kendati demikian, terdapat tiga jenis perubahan visual yang kerap muncul pada permukaan wadah masak ini.

Semburat warna kebiruan atau keunguan yang menyerupai pelangi biasanya terbentuk saat panci dalam keadaan kosong dipanaskan terlalu lama. Proses pemanasan berlebih ini memicu reaksi antara elemen kromium pada logam dengan oksigen, yang kemudian menebalkan lapisan oksida pelindung.

Bercak putih di dasar atau dinding peralatan umumnya berasal dari endapan mineral air yang tertinggal pasca penguapan. Penambahan garam ke dalam air dingin sebelum mendidih juga dapat mengikis lapisan pelindung serta memicu timbulnya lubang-lubang kecil atau pitting.

Sementara itu, lapisan keruh menyerupai kapur merupakan dampak dari penumpukan sisa bahan makanan bertepung seperti kentang dan pasta yang mengeras. Lapisan tersebut juga bisa dipicu oleh bekas minyak yang terbakar, endapan mineral, atau sisa sabun dari mesin pencuci piring.

Cara Efektif Membersihkan dan Mencegah Noda

Seluruh noda yang menempel pada permukaan stainless steel sebenarnya dapat dihilangkan memakai bahan-bahan sederhana. Campuran cuka putih dan air dengan takaran seimbang dapat dioleskan ke area yang kusam, didiamkan beberapa menit, lalu digosok menggunakan spons lembut sebelum dibilas hingga bersih.

Untuk mengatasi kerak yang tergolong membandel, larutan air dan cuka tersebut dapat dipanaskan di dalam panci hingga mendidih perlahan. Setelah larutan dingin, peralatan masak bisa dicuci seperti biasa. Penggunaan pasta dari bubuk pembersih khusus yang dicampur sedikit air juga menjadi alternatif untuk menggosok noda.

Guna mencegah timbulnya bercak berulang, hindari mengolah atau menyimpan makanan berasam tinggi dalam jangka waktu lama di wadah stainless steel baru. Saat memanaskan wadah kosong, gunakan api kecil dan pastikan garam baru dimasukkan setelah air benar-benar mendidih. Pengeringan secara tuntas menggunakan kain lembut seusai dicuci juga sangat dianjurkan agar tidak menyisakan bercak air baru.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed