Pertamina Tambah Pasokan BBM Terkait Lonjakan Kendaraan di Saumlaki
Pertamina Patra Niaga bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar bersinergi memperkuat penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Biosolar di Saumlaki seiring melonjaknya lalu lintas kendaraan material proyek pembangunan Blok Masela pada Agustus 2026.
Peningkatan aktivitas fisik di wilayah tersebut memicu tingginya mobilitas angkutan barang sejak dua bulan terakhir. Berdasarkan evaluasi lapangan Pertamina, penyerapan kuota solar subsidi pada dua SPBU di Saumlaki telah menembus angka 68 persen hingga Juli 2026.
Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, mengonfirmasi pertumbuhan lalu lintas armada operasional tersebut.
"Berdasarkan koordinasi dan pemantauan lapangan, terdapat peningkatan kegiatan kendaraan angkutan barang dan material sekitar 20 persen dibandingkan bulan lalu. Jadi dapat kami sampaikan, ini bukan panic buying, tapi memang ada peningkatan aktivitas kendaraan pengguna Bisolar terutama di pagi hari," katanya.
Meskipun terjadi antrean panjang, Pertamina memastikan ketersediaan cadangan BBM di Fuel Terminal Saumlaki dalam kondisi aman. Penyaluran armada pengangkut dari terminal penyimpanan menuju lembaga penyalur kini menjadi prioritas utama demi menjaga konsistensi persediaan harian.
"Kami sudah proyeksikan memang akan terjadi peningkatan konsumsi masyarakat, aktivitas ekonomi, dan aktivitas pembangunan. Upaya-upaya ini akan terus kami monitor sehingga pelaksanaan penyaluran di lapangan dapat berjalan maksimal. Kami juga akan intens berkoordinasi dengan Pemda, aparat keamanan, dan SPBU itu sendiri agar layanan di SPBU tetap berjalan aman dan nyaman bagi masyarakat," kata Ispiani.
Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar tengah merampungkan perhitungan kebutuhan BBM terkini. Proyeksi tersebut akan diserahkan kepada BPH Migas sebagai dokumen pendukung pengajuan kuota tambahan.
Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa, mengimbau publik untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan harian.
"Proyeksi sementara tahap finalisasi dan segera dikirimkan, agar kebutuhan masyarakat dan aktivitas pembangunan proyek strategis yang saat ini dilaksanakan di Kepulauan Tanimbar dapat terlayani dengan baik. Untuk masyarakat juga kami himbau jangan terpancing informasi yang belum dapat dipercayai dan tidak perlu panic buying, bersama-sama kita jaga kondusifitas pengisian BBM, mari beli BBM sesuai dengan kebutuhan," kata Ricky.
Di tingkat operasional, pengelola SPBU di Jalan Ir. Soekarno Saumlaki menerapkan skema penyaluran harian untuk menghemat alokasi bulanan sebesar 30 kiloliter agar persediaan mencukupi hingga akhir bulan.
Pengelola SPBU, Petrus Balak, menjelaskan bahwa kuota bulanan tersebut diprioritaskan untuk menjaga keberlanjutan pelayanan publik.
“Kami punya jatah untuk bulan ini 30 KL. Sehingga kalau kami jual semua berarti tidak akan bertahan sampai akhir bulan,” katanya.
Untuk mencegah komoditas terboroskan, pihak SPBU menerapkan sistem pembatasan pembelian harian berbasis pemindaian barcode. Kendaraan angkutan ukuran besar dibatasi maksimal 30 liter, sementara armada berukuran lebih kecil memperoleh alokasi 20 liter.
“Antrian kami tertib, jalurnya tertib semua, tidak rebut-rebutan. Yang terjadi hanya antreannya memang panjang,” ujarnya.
Pelayanan BBM di SPBU Saumlaki dibuka setiap hari mulai pukul 07.00 WIT dengan pengawalan petugas SPBU, pemerintah daerah, dan aparat keamanan lokal.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow