PGN Perluas Jaringan CNG Jawa Tengah dan Yogyakarta

Smallest Font
Largest Font

PT Perusahaan Gas Negara (PGN) memperluas jangkauan layanan Compressed Natural Gas (CNG) di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah bagian selatan guna menyuplai kebutuhan energi sektor publik serta komersial. Penyaluran gas bumi tanpa jaringan pipa ini difokuskan melalui dua skema utama, yaitu klastering dan point-to-point.

Volume distribusi CNG di kawasan tersebut saat ini telah menembus angka sekitar 74.000 meter kubik setiap bulannya. Sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka) menjadi konsumen utama dari pemanfaatan energi gas bumi tersebut.

"PGN Gagas mengembangkan CNG Jawa Tengah Bagian Selatan, termasuk Yogyakarta, menggunakan skema klastering dan point-to-point. Kami menargetkan klastering pada sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka), sehingga pengiriman CNG dapat dilakukan kepada sejumlah pelanggan dalam satu kawasan dan lebih efisien," kata Direktur Utama PGN, Gagas Santiaji Gunawan.

Skema point-to-point melayani pengiriman gas secara langsung dari sumber daya menuju lokasi konsumen. Sementara itu, opsi klastering mengintegrasikan distribusi untuk beberapa pelanggan di satu area spesifik tanpa perlu menunggu rampungnya pembangunan infrastruktur jaringan pipa.

Di bidang pelayanan publik, pasokan CNG dimanfaatkan di Magelang untuk menunjang operasional program Makan Bergizi Gratis dengan kapasitas memasak 1.500 hingga 2.000 porsi per hari.

"Pertumbuhan layanan CNG di Jawa Tengah Bagian Selatan memiliki prospek yang menarik seiring dengan berkembangnya sektor pariwisata seperti perhotelan, kuliner, jasa, dan UMKM. Kehadiran layanan CNG diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam pemenuhan kebutuhan energi sekaligus mendukung produktivitas masyarakat," kata Gagas.

Bersamaan dengan ekspansi layanan energi, PGN menggelar perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di sejumlah area operasional perusahaan, termasuk Semarang, Pelalawan, dan Siak. Kegiatan di Semarang diisi dengan jalan sehat yang diikuti 650 warga, festival UMKM, serta edukasi penggunaan jaringan gas rumah tangga (jargas).

"Kami ingin meningkatkan kerukunan, kebersamaan dan kepedulian terhadap warga, termasuk sikap gotong royong, empati dan simpati antarwarga," kata Kepala Kelurahan Miroto, Sigit Riyanto.

Pemanfaatan jargas dinilai warga lebih efisien serta mampu menekan pengeluaran dapur hingga puluhan ribu rupiah per bulan jika dibandingkan dengan penggunaan tabung LPG. Sosialisasi serupa diselenggarakan di Tlogosari Kulon dengan keterlibatan sekitar 1.200 warga setempat.

"Sekitar 80 persen warga RW 21 kini telah menggunakan jargas PGN. Edukasi tetap diperlukan untuk menjawab keraguan sebagian warga terkait pemasangan, keamanan, penggunaan, dan mekanisme pembayaran," kata Ketua RW 21, Karsono.

Penggunaan jaringan gas bumi juga menyasar sarana ibadah seperti Masjid Miftahul Huda yang mencatatkan biaya pemakaian rata-rata sebesar Rp160.000 per bulan. Sementara itu di wilayah Pelalawan dan Siak, perayaan kemerdekaan disemarakkan melalui pertandingan futsal, bola voli, tarik tambang, serta panjat pinang.

"Bagi PGN, kemerdekaan bukan hanya momentum untuk dirayakan, tetapi juga untuk dimaknai melalui kehadiran dan kontribusi nyata bagi masyarakat," kata Area Head PGN Pekanbaru, Charly Simanullang.

Hubungan sosial antara PGN dan masyarakat sekitar wilayah operasional dibangun atas dasar keterlibatan publik serta komunikasi secara berkelanjutan.

"PGN menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan layanan energi dan mempererat hubungan dengan masyarakat di wilayah operasionalnya, membawa energi dan semangat kebersamaan untuk tumbuh bersama Indonesia," kata Charly.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed