Pochettino Tuntut Gelar Liga Inggris 2017 Diberikan ke Tottenham
Mantan manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, menilai Chelsea seharusnya dicopot dari status juara Liga Inggris 2016/2017 dan gelar tersebut diserahkan kepada Spurs setelah The Blues dijatuhi sanksi pelanggaran regulasi finansial, sebagaimana dilansir dari Bola pada Kamis (10/9/2026).
Hukuman berupa denda 10 juta poundsterling atau sekitar Rp220 miliar serta larangan transfer dua jendela yang ditangguhkan telah dijatuhkan kepada Chelsea pada Juli 2026. Sanksi ini berkaitan dengan 74 pelanggaran aturan FA soal agen dan investasi pihak ketiga pada era Roman Abramovich.
Pemilik baru Chelsea, Todd Boehly dan Clearlake Capital, melaporkan sendiri dugaan pelanggaran tersebut pada 2022. Transaksi yang bermasalah melibatkan transfer Eden Hazard, Willian, David Luiz, dan Nemanja Matic, yang berperan penting membawa Chelsea juara unggul tujuh poin atas Tottenham.
Pochettino menegaskan bahwa Spurs berhak atas trofi tersebut karena persaingan musim itu dinilai tidak berjalan secara adil.
"Kami seharusnya memenangi satu gelar Premier League. Gelar itu seharusnya diberikan kepada kami," ujar Pochettino kepada wartawan.
Pelatih yang kini menukangi Timnas Amerika Serikat tersebut menyatakan tidak ragu menyuarakan hal itu meski pernah melatih Chelsea pada musim 2023/2024.
"Jika memang benar, maka kami layak menjadi juara pada tahun itu. Mereka dihukum dan mengakui pelanggaran tersebut? Kalau begitu, sudah jelas. Gelar seharusnya diberikan kepada tim yang finis di posisi kedua," tegas Pochettino.
Ia menyoroti ketimpangan aturan yang merugikan timnya saat bersaing memperebutkan gelar juara kala itu.
"Kami bisa mengatakan mereka mencetak gol dan memenangkan pertandingan. Oke. Tetapi sangat wajar jika kami mengatakan bahwa sebelum musim dimulai, kami tidak bertanding dengan kartu yang sama," lanjut Pochettino.
Menurutnya, ketaatan pada aturan yang sama bisa saja mengubah hasil akhir kompetisi.
"Jika menggunakan aturan yang sama, mungkin kami bisa merekrut beberapa pemain yang membuat tim lebih baik atau mencetak lebih banyak gol," kata Pochettino.
Ia juga menegaskan tidak takut menghadapi reaksi negatif dari para pendukung mantan klubnya.
"Saya tidak ragu dan tidak takut mengatakan kebenaran. Fans Chelsea mungkin akan marah kepada saya. Tetapi jika kami berada di Tottenham dan melanggar aturan, saya juga akan mengakui hal yang sama, kami tidak layak mendapatkan gelar karena kami melanggar aturan," kata Pochettino.
Pochettino kemudian memberikan perumpamaan mengenai penerapan regulasi yang setara dalam sepak bola.
"Mustahil jika hanya beberapa klub bermain dengan aturan offside, sementara klub lain tidak. Atau satu klub bermain dengan VAR dan klub lainnya tidak menggunakan VAR," ujar Pochettino.
Ia menambahkan bahwa aturan yang adil menjadi syarat utama bagi setiap klub untuk bersaing.
"Semua orang harus bermain dengan aturan yang sama. Setelah itu, barulah setiap klub memiliki kesempatan membangun tim terbaik," kata Pochettino.
Pelatih asal Argentina ini mengklarifikasi bahwa kritiknya bukan untuk mengecilkan prestasi tim asuhan Antonio Conte saat itu.
"Saya tidak mengatakan Chelsea tidak bermain bagus atau Conte bukan pelatih hebat. Saya tidak mengatakan itu. Saya tidak ingin pesan saya dipelintir," ujar Pochettino.
Namun, ia menekankan pentingnya konsekuesi tegas bagi pelanggar aturan dalam kompetisi.
"Tetapi jika Anda melanggar aturan, maka ciao. Gelar harus diberikan kepada tim lain. Saya tidak tahu mengapa hal itu tidak terjadi," ujar Pochettino.
Ia merasa pembiaran terhadap pelanggaran tersebut memberikan sinyal yang salah bagi sepak bola.
"Yang sedang dipromosikan dan diberi insentif adalah melanggar aturan," sambung Pochettino.
Saat ini Pochettino fokus menangani Timnas Amerika Serikat dan telah menandatangani perpanjangan kontrak hingga Piala Dunia 2030.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow