Polisi Buru Debt Collector Penyekap Wanita di Bandung

Smallest Font
Largest Font

Polda Jawa Barat memburu Taufik Hidayat (30), seorang penagih utang yang menjadi buron kasus penyekapan dan penganiayaan berat terhadap kekasihnya, YTR (29), di sebuah rumah kos di Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Aparat kepolisian masih berupaya melacak keberadaan pelaku yang diduga melarikan diri ke wilayah Garut setelah menyiksa korban selama kurang lebih tiga tahun hingga mengalami luka fisik yang sangat parah.

"Masih proses (pengejaran)," kata Direktur PPA dan PPO Polda Jabar Kombes Rumi Untari dalam pesan singkat, Senin (22/6) dilansir dari cnnindonesia.com.

Korban kini mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung akibat luka berat yang dialaminya, termasuk gangguan penglihatan, bibir sumbing, kesulitan berbicara, serta ketidakmampuan untuk berjalan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan medis hingga proses rekonstruksi wajah korban akan sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah pusat melalui koordinasi lintas kementerian.

"Yang bersangkutan sekarang sudah dirawat di rumah sakit Kementerian Kesehatan di Bandung, RS Hasan Sadikin (RSHS). Kami akan merawat sampai rekonstruksi," ujarnya kepada wartawan di Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Selasa (22/6).

Pemerintah juga menyiapkan langkah pemulihan menyeluruh yang mencakup aspek psikologis korban serta bantuan penanganan ekonomi melalui kerja sama dengan Kementerian PPPA dan pemerintah daerah setempat.

"Untuk masalah ekonominya itu ditangani oleh pemerintah daerah, untuk masalah sosialnya itu ditangani oleh Kementerian PPA dan kita bertiga sudah berkoordinasi," jelasnya.

Menkes Budi Gunadi Sadikin juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian keji ini dan memastikan fasilitas kesehatan milik negara akan memberikan pelayanan terbaik demi kesembuhan total korban.

"Jadi terima kasih juga atas masukannya dan kita berjanji akan merawat sebaik mungkin yang bersangkutan di Rumah Sakit Hasan Sadikin," pungkasnya.

Pihak keluarga mengungkapkan bahwa YTR disekap secara berpindah-pindah di dalam kamar kos yang selalu dikunci dari luar oleh pelaku yang dikenal warga sekitar memiliki tabiat temperamental dan sering mabuk.

"Cerita lewat bapak, dia sering dipukul pakai helm, dibacok, ada bekas sundutan rokok juga. Semua luka itu bukti penyiksaan bertahun-tahun," tutur adik korban, Syahrul Ulum.

Berdasarkan keterangan pengelola tempat kos terakhir di Desa Cinunuk, pelaku selalu mengunci korban di dalam kamar demi menghindari kecurigaan orang lain ketika dirinya pergi beraktivitas.

"Pelaku suka ke luar kosan untuk beli nasi atau keluar sebentar juga selalu dikunci. Takut ada orang atau feeling siapa-siapa masuk ke kosan," ujar Mulyati, istri penjaga kosan dilansir dari detikJabar, Selasa (23/6/2026).

Taufik mengaku kepada warga sekitar berasal dari Nagreg dan bekerja di sebuah jasa penagihan, namun kerap menunjukkan perilaku agresif dan kerap menuntut warga saat berada di bawah pengaruh alkohol.

"Suka temperamen, tiba-tiba ngajak berantem. Om buka pintu mau keluar. Resa mau tidur kaget. Tiap habis mabuk minta dianter ambil uang atau bakso tahu dan lain-lain," jelas Mulyati.

Mulyati menambahkan bahwa selama tinggal di lokasi tersebut, korban sama sekali tidak pernah diizinkan berinteraksi dengan lingkungan luar.

"Iya, kerjanya debt collector. Terus ngakunya orang Nagreg. Istrinya katanya nggak diperdulikan keluarga," bebernya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed