Polisi Bangladesh Usut Luka Bakar pada Korban Pembunuhan di Rangpur
Jenazah empat anggota keluarga yang tewas dibunuh di kawasan Daspara-Machhuapara diserahkan kepada pihak kerabat pada Minggu malam setelah menjalani autopsi di Rangpur Medical College Hospital. Proses kremasi langsung dilaksanakan di krematorium Dakhiganj pada hari yang sama.
Dugaan baru muncul usai pihak keluarga menerima jenazah pensiunan guru Ganapati Chakraborty beserta istri dan kedua anaknya. Keluarga menemukan kondisi wajah para korban rusak akibat terbakar zat berbahaya yang sebelumnya tidak diinformasikan oleh kepolisian.
Puja Chakraborty, adik kandung korban Pritilata Chakraborty, mengungkapkan kekecewaannya atas temuan kondisi fisik para korban saat penyerahan jenazah.
"Ketika kami menerima jenazah di malam hari, kami menemukan wajah mereka telah terbakar. Sebelumnya, polisi tidak mengizinkan kami mendekati jenazah," ujar Puja Chakraborty, adik dari Pritilata Chakraborty.
Ia menegaskan keyakinan keluarga bahwa aksi keji tersebut telah direncanakan secara matang oleh para pelaku.
"Ini adalah pembunuhan yang direncanakan," kata Puja Chakraborty.
Kepolisian merespons temuan tersebut dengan menerjunkan tim forensik untuk mengidentifikasi jenis cairan kimia yang digunakan oleh para pelaku di lokasi kejadian.
Sumit Chowdhury, Pelaksana Tugas Inspektur Polisi CID Rangpur, menjelaskan bahwa pelaku diduga menyiramkan bahan mudah terbakar ke bagian wajah para korban.
"Para pembunuh tampaknya menyiramkan zat yang mudah terbakar ke wajah para korban baik sebelum atau sesudah membunuh mereka. Pada tahap ini, kami belum bisa memastikan zat apa yang digunakan. Penyidik akan mengambil sampel dan mengirimkannya ke departemen forensik CID untuk diperiksa. Kami akan mengetahui lebih banyak setelah hasil tes keluar," ujar Sumit Chowdhury, Pelaksana Tugas Inspektur Polisi CID Rangpur.
Jasad Ganapati Chakraborty (65), Pritilata Chakraborty (50), Agami Chakraborty (23), dan Priyom Chakraborty (12) sebelumnya ditemukan di dalam rumah yang terkunci pada Sabtu pukul 23.00 waktu setempat. Polisi telah menangkap dua tersangka, Siddhartho Das (19) dan Mugdho Das (21), yang diketahui mengonsumsi obat-obatan terlarang.
Laporan resmi kepolisian dibuat oleh kakak kandung korban, Gopinath Chakraborty, di Kantor Polisi Kotwali. Selain motif penyerangan, tim penyidik mendalami informasi penarikan uang tabungan pensiun sebesar 15 lakh Taka milik korban untuk renovasi rumah.
Gopinath Chakraborty menyayangkan minimnya informasi awal dari pihak kepolisian terkait kondisi fisik jenazah saat ditemukan di tempat kejadian perkara.
"Kami baru mengetahuinya setelah menerima jenazah. Saudara laki-laki saya dan keluarganya dibunuh dengan cara yang sangat menyakitkan dan brutal," ujar Gopinath Chakraborty, kakak dari Ganapati Chakraborty.
Penyidikan kasus ini masih terus berjalan di bawah penanganan kepolisian setempat beserta unit forensik CID.
Nazmul Quader, Kepala Kantor Polisi Kotwali Rangpur, memastikan bahwa seluruh barang bukti terkait cairan kimia telah diamankan.
"Sampel telah dikumpulkan. Persiapan sedang dilakukan untuk mengirimkannya ke departemen forensik CID untuk diperiksa," ujar Nazmul Quader, Kepala Kantor Polisi Kotwali Rangpur.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow