Perusahaan Prajogo Pangestu Akuisisi Saham Avtur di Bandara Changi Singapura
Perusahaan afiliasi milik konglomerat Prajogo Pangestu, Aster, resmi mengakuisisi saham Changi Airport Fuel Hydrant Installation di Bandara Changi, Singapura, untuk memperluas bisnis bahan bakar penerbangan.
Langkah ini membawa Aster masuk ke pasar penyediaan avtur secara langsung bagi maskapai internasional di salah satu pusat penerbangan tersibuk di dunia. Proses akuisisi masih menunggu persetujuan regulator dan beberapa persyaratan lainnya, menurut keterangan resmi perusahaan.
Deputy CEO Aster, Andre Khor, menjelaskan bahwa investasi ini penting untuk ekspansi perusahaan di sektor avtur dan akan digabungkan dengan kegiatan penyulingan, penyimpanan, serta pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF).
"Akuisisi ini merupakan langkah penting dalam ekspansi Aster ke sektor bahan bakar penerbangan," ujar Andre Khor, seperti dilansir dari akun Instagram @forbesasia.
Andre menambahkan bahwa investasi tersebut memperkuat posisi Aster dalam mendukung kebutuhan energi penerbangan di Singapura dan wilayah sekitarnya serta melayani salah satu pusat penerbangan terkemuka dunia.
"Jika digabungkan dengan kegiatan penyulingan dan penyimpanan yang kami miliki serta kemampuan kami yang terus berkembang dalam memproduksi bahan bakar penerbangan berkelanjutan, investasi ini memperkuat posisi kami untuk mendukung kebutuhan energi penerbangan yang terus berkembang di Singapura dan kawasan sekitarnya," kata Andre.
Aster sendiri adalah perusahaan yang dimiliki oleh Chandra Asri Group dan Glencore. Pada 2025, kedua perusahaan ini mengakuisisi Shell Energy and Chemicals Park di Singapura melalui perusahaan patungan CAPGC Pte. Ltd.
CAPGC sebagian besar dimiliki dan dioperasikan oleh Chandra Asri Group, dengan Glencore sebagai pemegang saham minoritas. Akuisisi ini dilakukan melalui pembelian saham anak usaha Shell Singapore, Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd.
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), bagian dari grup ini, dimiliki oleh PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar 34,63 persen, di mana 71,37 persen saham BRPT dikuasai oleh Prajogo Pangestu.
Berdasarkan data Forbes, kekayaan Prajogo Pangestu mencapai US$17,2 miliar, menjadikannya salah satu konglomerat terkaya di Indonesia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow