Prabowo Luncurkan Kredit KDKMP Delapan Persen Tekan Neoliberalisme

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Indonesia meluncurkan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang menyediakan layanan pembiayaan kredit mikro tanpa agunan dengan bunga 8 persen per tahun pada puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Jakarta, Minggu (12/7).

Langkah ini ditempuh untuk mengembalikan arah pembangunan nasional kepada sistem ekonomi kerakyatan yang berkeadilan sosial sesuai amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Dilansir dari ANTARA, Presiden RI Prabowo Subianto mengumumkan langsung pemotongan beban bunga pinjaman tersebut dari yang semula mencapai 22 persen.

"Yang tadinya bunganya 22 persen, saya turunkan jadi 8 persen. Dibandingkan dengan 22 persen, lumayan 8 persen," ujar Presiden Prabowo Subianto.

Kebijakan penurunan bunga pinjaman ini menyasar skema kredit supermikro seperti program Mekaar demi memperluas akses permodalan masyarakat di tingkat akar rumput. Selain itu, KDKMP diproyeksikan sebagai pusat pelayanan logistik desa terintegrasi yang mencakup toko sembako, apotek murah, hingga gudang pendingin hasil pertanian.

"KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi," ucap Presiden Prabowo Subianto.

Kepala Negara menegaskan bahwa konsep ekonomi kekeluargaan memberikan kesempatan merata kepada seluruh elemen masyarakat untuk berkembang. Menurutnya, negara-negara Barat pun kini mulai mengabaikan pendekatan kapitalisme liberal demi mengutamakan kebijakan proteksi nasional masing-masing.

"Cukup lama kita berjuang untuk mengembalikan arah pembangunan ekonomi ke arah yang dirancang oleh pendiri-pendiri bangsa kita, yaitu ekonomi kekeluargaan, ekonomi kerakyatan, ekonomi di mana semua unsur harus berperan dan harus diberi kesempatan," kata Presiden Prabowo Subianto.

Lebih lanjut, Presiden mengingatkan bahwa kegagalan teori trickle-down effect selama beberapa dekade terakhir membuktikan paham kapitalisme neoliberal tidak mampu mendistribusikan kesejahteraan secara adil.

"Saya termasuk mungkin salah satu yang dari awal sudah memperingatkan bahwa paham kapitalisme neoliberal tidak akan berhasil dan tidak akan membawa kesejahteraan kepada rakyat banyak," ujar Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah memastikan bakal terus melanjutkan penguatan koperasi sebagai sokoguru perekonomian demi kemakmuran rakyat banyak.

"Saya tidak akan ragu-ragu, saya akan terus membela dan memperkuat bangsa Indonesia dan rakyat Indonesia. Saya minta kesabaran," kata Presiden Prabowo Subianto.

Pada hari yang sama, Menteri Koperasi Ferry Juliantono bersama Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah mengadakan kunjungan silaturahmi ke rumah Bung Hatta di Menteng, Jakarta Pusat, untuk menegaskan keselarasan gerak kementerian dengan visi Presiden.

"Sesuai dengan keinginan Presiden Pak Prabowo Subianto, sekarang kita diminta untuk mengembalikan lagi arah sistem dan praktek ekonomi kita untuk tidak tergeser menjadi ideologinya ekonomi liberal kapitalistik namun kembali kepada ideologinya undang-undang dasar 45 khususnya di pasal 33 yaitu koperasi," ujar Menteri Koperasi Ferry Juliantono.

Kementerian Koperasi bersama Dewan Koperasi Nasional berkomitmen menjadikan gerakan perkoperasian sebagai garda terdepan dalam memulihkan kedaulatan ekonomi nasional lewat integrasi program KDKMP.

"Memang ini tugas yang tidak ringan tapi kami di Kementerian Koperasi bersama dengan seluruh gerakan Koperasi akan menjadi garda terdepan untuk kembali menegakkan ideologi ekonomi," kata Menteri Koperasi Ferry Juliantono.

Guna memastikan kelancaran operasional program di tingkat desa, Menkop mengharapkan sinergi dan dorongan moral dari keluarga besar Sang Proklamator.

"Kami tahu persis bahwa semua ini membutuhkan dukungan dari semua pihak dan kemampuan untuk menerjemahkan pikiran yang besar (Bung Hatta) agar terimplementasi secara baik secara teknokratis," ucap Menteri Koperasi Ferry Juliantono.

Kedatangan jajaran kementerian tersebut disambut langsung oleh putri Bung Hatta, Meutia Hatta, yang mengapresiasi upaya pemerintah dalam memposisikan pemikiran ayahnya sebagai landasan utama kebijakan.

"Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Menteri yang sudah dua kali ke sini dalam jabatan yang berbeda. Mudah-mudahan perjalanan koperasi dari dulu banyak pantangan pada akhirnya dapat menguntungkan rakyat," kata Meutia Hatta.

Meutia menambahkan bahwa dasar pemikiran koperasi yang digagas oleh Bung Hatta lahir dari kepekaan sosial terhadap penderitaan masyarakat sejak masa pergerakan.

"Bung Hatta itu dari awal adalah peduli pada kemanusiaan jadi sejak kecil dia tau apa namanya penderitaan, jadi intinya penderitaan itu membentuk watak dan watak itu menghasilkan pikiran tentang koperasi," kata Meutia Hatta.

Dalam kesempatan tersebut, akademisi Profesor Sri Edi Swasono turut memberikan dukungan atas langkah taktis kementerian yang berencana mempopulerkan kembali koperasi melalui kegiatan publik berskala luas.

"Kami merasa terhormat Bapak Menteri (Ferry Juliantono) dateng ke sini, karena belum ada Menteri Koperasi yang ke sini sebelumnya. Kemudian rencana acara Fun Run hebat itu, orang kita itu suka jalan sehat sambil bisa dikenalkan dan dipopulerkan lagi soal koperasi," kata Profesor Sri Edi Swasono.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed