Prabowo dan Muzani Soroti Program MBG serta Koperasi Desa
Presiden Prabowo Subianto dan Ketua MPR Ahmad Muzani menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih pada Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Prabowo menyampaikan bahwa Koperasi Desa Merah Putih disiapkan sebagai sarana utama penyaluran barang-barang subsidi guna memastikan bantuan tersebut tepat sasaran dan tidak diperdagangkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
"Saudara-saudara sekalian, semua barang-barang subsidi akan disalurkan melalui Koperasi Merah Putih," kata Prabowo, Presiden RI.
Prabowo menegaskan kembali pentingnya pengawasan distribusi agar subsidi benar-benar sampai kepada rakyat yang membutuhkan.
"Sehingga barang-barang subsidi tidak boleh dan tidak bisa diperdagangkan. Subsidi adalah uang rakyat! Barang yang disubsidi, disubsidi oleh uang rakyat, untuk rakyat, dan bukan dagangan!" tegas Prabowo, Presiden RI.
Pemerintah mencatat pembangunan wadah ekonomi warga desa tersebut terus bergerak masif di seluruh wilayah Indonesia.
"Hari ini kita telah berhasil mendirikan dan mengoperasikan 10.000 Koperasi Merah Putih. 3.300 di antaranya operasi secara optimal," ucap Prabowo, Presiden RI.
Hingga akhir tahun 2026, pemerintah menargetkan sebanyak 30.000 Koperasi Merah Putih dapat beroperasi secara penuh.
Sementara itu, Ketua MPR Ahmad Muzani menyoroti persoalan pemenuhan gizi anak-anak sekolah yang dinilai perlu menjadi perhatian utama negara demi mencetak sumber daya manusia berkualitas.
"Namun, masih ada anak-anak kita yang berangkat ke sekolah tanpa sarapan. Masih ada keluarga yang harus memilih antara membeli makanan atau membayar pengobatan," kata Muzani, Ketua MPR.
Menurut Muzani, dilansir dari detikcom, program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar pembagian makanan, melainkan investasi jangka panjang dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
"Dalam kerangka itulah kita memandang program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai terobosan dalam mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045. Program tersebut bukan semata-mata pembagian makanan, namun merupakan bagian dari ikhtiar mencerdaskan kehidupan bangsa serta membangun manusia Indonesia yang sehat dan berkualitas," ucap Muzani, Ketua MPR.
Ia mengingatkan perlunya pelaksanaan program yang akuntabel dan tepat sasaran agar cita-cita mencetak anak-anak unggul dapat tercapai.
"Tugas kita bersama adalah memastikan bahwa tujuan yang baik itu dilaksanakan dengan tata kelola yang baik, tepat sasaran, dan akuntabel," imbuh Muzani, Ketua MPR.
Selain membahas program MBG, Muzani merujuk pada amanat konstitusi terkait pembangunan ekonomi nasional yang berasaskan kekeluargaan.
"Amanat ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi Indonesia tidak boleh semata-mata diserahkan kepada persaingan bebas yang membuat pihak kuat semakin perkasa dan pihak lemah semakin tersisih," ujar Muzani, Ketua MPR.
Muzani menambahkan bahwa penguatan koperasi kelurahan atau desa akan memperkuat posisi tawar para pelaku ekonomi kecil di daerah.
"Petani dapat memperkuat posisi tawarnya, nelayan dapat memperoleh akses pasarnya, pelaku usaha mikro dapat berkembang, distribusi kebutuhan pokok dapat diperpendek, dan nilai tambah ekonomi dapat dinikmati masyarakat," tutur Muzani, Ketua MPR.
Muzani menutup pemaparannya dengan menekankan tolok ukur utama dari keberhasilan sebuah koperasi.
"Karena itu, keberhasilan koperasi diukur dari tumbuhnya kegiatan ekonomi produktif, meningkatnya pendapatan anggota, kuatnya tata kelola, serta bertambahnya kemandirian masyarakat," lanjut Muzani, Ketua MPR.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow