Gubernur Pramono Laporkan Pertumbuhan Ekonomi Jakarta 5,52 Persen Semester I 2026
Gubernur Jakarta Pramono Anung melaporkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Jakarta pada semester pertama 2026 mencapai 5,52%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 5,45%, menurut laporan yang diterima dari Detik Finance.
Realisasi investasi di Jakarta pada periode tersebut mencapai Rp 173,6 triliun atau sekitar US$ 10,5 miliar. Tingkat inflasi juga tetap terkendali pada angka 2,5%.
Dalam acara Jakarta Investment Festival 2026, Pramono menyampaikan bahwa posisi Jakarta dalam Kearney Global Cities Index meningkat dari peringkat 74 ke posisi 71. Jakarta kini berada di peringkat ke-53 dari 100 ibu kota dunia, melampaui Washington D.C.
"Jakarta sebagai ibu kota kini berada di peringkat ke-53 dari 100 kota, dan saya cukup bangga kinerja kita lebih baik daripada Washington D.C. Angka-angka ini menunjukkan sesuatu yang penting, Jakarta tetap tangguh dan pasar terus memiliki kepercayaan terhadap kota ini," ujar Pramono.
Pramono juga mencatat peningkatan penggunaan transportasi publik di Jakarta, yang mencapai sekitar 112 juta kali perjalanan pada semester I 2026, naik hampir 8% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
"Peningkatan permintaan ini didukung oleh perluasan jaringan transportasi terintegrasi Jakarta secara terus-menerus. LRT Jakarta rute Kelapa Gading hingga Manggarai kini telah siap dan menjadi bagian penting dari sistem feeder. Sementara perpanjangan MRT Bundaran HI hingga Monas ditargetkan selesai pada tahun 2027," kata Pramono.
"Pedestrian deck Dukuh Atas yang baru akan semakin menghubungkan LRT ke LRT (LRT Jabodebek dan LRT Jakarta), MRT, TransJakarta, KRL Commuter Line, serta Kereta Bandara, yang memperkuat salah satu pusat kegiatan mobilitas utama di Jakarta," tambahnya.
Kualitas pembangunan manusia di Jakarta juga menunjukkan kemajuan signifikan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jakarta pada 2025 mencapai angka 85,05, tertinggi di Indonesia dan mengungguli daerah seperti D.I. Yogyakarta dan Kepulauan Riau.
"Kami juga memperluas akses ke air bersih. Saat ini cakupannya telah mencapai 82%. Kami menargetkan cakupan air bersih mencapai 100% pada tahun 2029," jelas Pramono.
Untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan warga, Pramono menyatakan bahwa Pemprov Jakarta terus memperkuat kemitraan dengan investor, dunia usaha, dan lembaga global, menawarkan 37 proyek investasi strategis dengan nilai total Rp 115 triliun atau sekitar US$ 5 miliar.
Proyek-proyek tersebut meliputi pembangunan Transit-Oriented Development (TOD), hunian dan perhotelan, kawasan komersial mixed-use, industri dan logistik, serta infrastruktur kawasan tepi air.
"Kami menyambut para mitra yang dapat membawa modal, teknologi, keahlian, dan model bisnis inovatif untuk mengubah peluang ini menjadi hasil nyata bagi Jakarta," pungkas Pramono.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow