PT RANS Entertainment Indonesia Tbk Resmi Melantai di BEI

Smallest Font
Largest Font

PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) resmi mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta pada Jumat (10/7/2026) sekaligus membantah keterlibatan perusahaan dalam praktik pencucian uang.

Perusahaan yang melepaskan 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02 persen modal ini menetapkan harga penawaran Rp170 per saham dan berhasil menghimpun dana sebesar Rp429,25 miliar. Dilansir dari Kompas.com, saham emiten berkode RANS tersebut langsung dibuka menguat pada perdagangan perdana akibat tingginya minat investor hingga mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed).

Komisaris Utama PT RANS Entertainment Indonesia Tbk, Darwin Cyril Noerhadi menegaskan bahwa tudingan miring yang beredar luas di masyarakat itu hanya sebatas rumor. Langkah melantai di bursa menjadi bukti transparansi perusahaan karena seluruh proses telah melalui pemeriksaan ketat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI.

"Kalau mungkin tadi masalah pencucian uang, itu mungkin lebih kepada rumor yang ada daripada faktanya yang ada," ujar Darwin Cyril Noerhadi, Komisaris Utama PT RANS Entertainment Indonesia Tbk.

Darwin menjelaskan bahwa rencana IPO ini sebenarnya telah dirancang sejak 2021 ketika Emtek masuk menanamkan investasi sekitar Rp248 miliar untuk kepemilikan 17 hingga 18 persen saham. Dengan pertumbuhan bisnis tahunan mencapai 10 persen, nilai valuasi RANS saat ini telah melonjak hingga melampaui angka Rp2 triliun.

"IPO RANS itu penting untuk menyampaikan apa yang terjadi di perusahaan ini secara fakta yang ada, mengikuti ketentuan baik dari Otoritas Jasa Keuangan maupun Bursa Efek Indonesia. Mudah-mudahan menjawab," kata Darwin Cyril Noerhadi, Komisaris Utama PT RANS Entertainment Indonesia Tbk.

Pihak manajemen menyambut baik klarifikasi dari dewan komisaris tersebut untuk menjaga objektivitas penilaian publik. Langkah keterbukaan informasi ini diharapkan mampu memberikan data riil mengenai kesehatan finansial perseroan kepada para pemegang saham baru.

"Terima kasih atas klarifikasinya, karena saya rasa kalau itu datangnya dari saya dan Raffi mungkin rasanya kurang elok, karena bisa dianggap kurang objektif. Tapi rasanya kalau dari Pak Cyril harusnya lebih membuka mata sebenarnya apa yang terjadi," ujar Nagita Slavina, Direktur Utama RANS Entertainment.

Nagita menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi talenta kreatif yang sangat masif. Pengelolaan bisnis secara profesional dan berorientasi jangka panjang menjadi kunci utama dalam mengubah kreativitas tersebut menjadi aset kekayaan intelektual bernilai tinggi.

"Indonesia memiliki talenta kreatif yang luar biasa. Tantangan berikutnya adalah bagaimana kreativitas tersebut dapat berkembang menjadi intellectual property, perusahaan yang dikelola secara profesional, dan pada akhirnya menciptakan lapangan kerja serta nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap perjalanan RANS dapat menjadi salah satu contoh bahwa hal tersebut bukan hanya mungkin, tetapi dapat diwujudkan," ungkap Nagita Slavina, Direktur Utama RANS Entertainment.

Di sisi lain, pendiri perseroan menekankan pentingnya keberlanjutan bisnis korporasi agar tidak bergantung pada figur individu tertentu. Penjualan saham kepada publik menjadi momentum transformasi kepemilikan RANS menjadi milik masyarakat luas.

"Saya cuma punya visi satu yaitu RANS bisa menjadi legasi, dimana suatu hari nanti dan mulai detik ini RANS ini bukan hanya Raffi Ahmad Nagita Slavina lagi, tapi karena RANS sudah dimiliki oleh masyarakat," ujar Raffi Ahmad, Founder RANS.

Pria yang merintis usaha ini dari sebuah garasi rumah pada tahun 2016 tersebut berharap RANS bisa bertransformasi menjadi wadah yang menghadirkan dampak positif lintas generasi. Dukungan dan doa dari para pengikut media sosial diakui menjadi pendorong besar hingga perusahaan berhasil masuk ke pasar modal.

"RANS itu nanti suatu hari nanti dia akan menjelma menjadi sebuah vehicle, menjadi sebuah tempat di mana bisa menjadi keberkahan untuk seluruh masyarakat, jadi suatu hari nanti, suatu zaman di masa nanti kalau saya sama Nagita sudah tidak ada lagi, sudah meninggal tapi RANS masih tetap hidup dan menjadi manfaat untuk banyak orang," ucap Raffi Ahmad, Founder RANS.

Raffi juga mengenang kembali masa-masa awal mendokumentasikan kehidupan keluarga kecilnya bersama Nagita sebelum mendapat kepercayaan besar dari mitra bisnis dan regulator.

"Perjalanan RANS yang kami mulai dari tahun 2016 dari sebuah kantor hanya di garasi rumah, hanya mengabadikan dari keluarga dan dari followers followers kita yang bertambah," ujar Raffi Ahmad, Founder RANS.

Dukungan moral yang terus mengalir dari publik diakui secara langsung berkontribusi pada stabilitas rumah tangga dan peningkatan skala ekonomi usaha mereka dari tahun ke tahun.

"Dan kita menyadari bahwa banyak yang ngedoain followers yang naik waktu itu, banyak yang ngedoain rumah tangga saya sama Nagita, banyak yang ngedoain punya anak, banyak yang ngedoain jadi tambah rezekinya dan seterusnya, seterusnya, seterusnya," papar Raffi Ahmad, Founder RANS.

Manajemen RANS telah menetapkan rencana alokasi dana hasil IPO untuk mendukung ekspansi di berbagai sektor usaha. Sebanyak 37,61 persen atau Rp161,5 miliar dialokasikan untuk penyelenggaraan konser, 19,80 persen atau Rp85 miliar untuk akuisisi 51 persen saham PT Rans Kosmetika Indonesia, dan 18,64 persen atau Rp80 miliar untuk pengembangan wahana Cipungland. Sisa dana akan disalurkan untuk investasi kecerdasan buatan bersama PT Feedloop Global Teknologi sebesar Rp35 miliar, pelunasan kredit investasi Rp29,95 miliar, serta modal kerja PT Rans Nikmat Sejahtera sebesar Rp37,8 miliar.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed