Ruben Onsu Hentikan Nafkah Anak Usai Dipersulit Bertemu Buah Hati
Presenter Ruben Onsu menghentikan pemberian nafkah bulanan anak kepada mantan istrinya, Sarwendah, sejak Desember 2025 akibat merasa dipersulit untuk menemui kedua putrinya tanpa perantara. Perseteruan mantan pasangan suami istri yang resmi bercerai pada 24 September 2024 ini mencuat setelah keduanya saling sindir melalui media sosial Threads.
Masalah pemenuhan hak sebagai ayah menjadi alasan utama Ruben mengambil tindakan tegas tersebut. Pihak Ruben menyatakan aksi protes ini dilakukan karena kewajiban finansial yang telah dipenuhi melebihi batas seharusnya tidak berbanding lurus dengan pemenuhan haknya.
Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menjelaskan rincian dan dasar pemikiran dari keputusan kliennya tersebut.
"Ruben berpikir, 'Kewajibanku kubayar terus bahkan melampaui apa yang seharusnya, hakku aku nggak dapat'. Oh dia juga ingin menunjukkan aksi protesnya, 'Aku juga bisa tidak melaksanakan kewajibanku'," kata Minola Sebayang, kuasa hukum Ruben.
Penjelasan mengenai nominal nafkah yang diberikan oleh Ruben selama ini juga turut diungkapkan oleh pihak kuasa hukum untuk menegaskan besarnya tanggung jawab finansial yang telah dipenuhi.
"Sekarang saya tanya yang masih menikah saja, ada nggak suami kalian memberikan nafkah Rp 225 juta per bulan? Ayo nih yang sudah nikah. Ini mantan loh. Masih diribetin juga untuk ketemu anak," pungkas Minola.
Konflik finansial ini memicu perhatian publik setelah video lama Ruben di kanal deHakims Story yang membahas uang bulanan untuk Sarwendah saat masih berstatus istri kembali beredar. Dalam video tersebut, Ruben merinci biaya rutin bulanan yang ia kirimkan di luar pengeluaran belanja dan perawatan kecantikan.
"Jadi itu diluar listrik. Listrik sebulan Rp 55 (juta)," kata Ruben di deHakims Story.
Pembawa acara Irfan Hakim yang berada dalam video tersebut kemudian membacakan nominal mutasi rekening yang dikirimkan oleh Ruben.
"Rp 210.980.127," ungkap Irfan membaca nominal uang yang ditransfer Ruben untuk Sarwendah.
Ruben memperjelas bahwa pengeluaran untuk belanja bulanan rumah tangga masih memiliki anggaran tersendiri yang terpisah dari nominal tersebut.
"Belanjaan beda lagi," ungkap Ruben.
Selain itu, Ruben juga menyebutkan anggaran bulanan khusus bagi Sarwendah untuk melakukan perawatan pribadi.
"Jadi Rp 40 (juta) itu kalau diitung-itung, Wendah ada hitungannya untuk dia perawatannya beda," kata Ruben.
Ruben menambahkan bahwa biaya tersebut memberikan kebebasan bagi Sarwendah untuk melakukan aktivitas perawatan di salon.
"Mau nyalon, mau apa pun itu," jelasnya.
Perselisihan ini melebar setelah Sarwendah dilaporkan menolak permintaan Ruben untuk memberikan rincian transparansi penggunaan nafkah anak sebesar Rp200 juta. Penolakan tersebut memicu kemarahan dan berujung pada saling sindir yang melibatkan adik Sarwendah, Wendy, di media sosial.
Kondisi ini menarik perhatian pengacara Ferry Juan yang memberikan imbauan tertulis pada Jumat (12/6/2026) agar kedua belah pihak mengutamakan kondisi psikologis anak-anak mereka.
"Jika ada masalah gana gini, utang atau apapun yang masih tersisa saat berumah tangga, selesaikan baik-baik. Jangan saling menghujat, ingat jaga perasaan anak-anak. Bagaimanapun, mereka membutuhkan cinta dan perhatian dari kedua orang tuanya untuk fondasi tumbuh kembang mereka," terang Ferry Juan dalam keterangan, Jumat (12/6/2026).
Ferry Juan menyarankan agar Ruben dan Sarwendah melakukan pertemuan langsung secara tenang guna mencegah persoalan ini semakin memanas di ranah publik. Saat ini, kedua putri mereka, Thalia dan Thania, berada di bawah pengasuhan Sarwendah sesuai dengan kesepakatan perceraian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow