Rupiah Menguat ke Rp17.963 per Dollar AS Setelah Data Tenaga Kerja Amerika Serikat Melambat

Smallest Font
Largest Font

Nilai tukar rupiah hari ini bergerak menguat terhadap dollar Amerika Serikat (AS) ke posisi Rp17.963 per dollar AS pada penutupan perdagangan Jumat sore. Penguatan mata uang Garuda ini dipicu oleh rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat periode Juni 2026 yang tumbuh di bawah ekspektasi pasar.

Berdasarkan data perdagangan pasar spot pada Jumat sore, mata uang rupiah berhasil menguat 32 poin atau sekitar 0,18 persen. Catatan positif ini sekaligus membalikkan arah pergerakan dari penutupan hari Kamis sebelumnya yang sempat melemah hingga menyentuh level Rp17.995 per dollar AS.

Kondisi penguatan ini juga tecermin pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR yang dirilis oleh Bank Indonesia. Kurs JISDOR menunjukkan rupiah hari ini berada di level Rp17.960 per dollar AS, menguat dibandingkan hari sebelumnya yang berada pada angka Rp17.994 per dollar AS.

Update Kurs Rupiah Hingga Harga Emas Antam 3 Juli 2026 | Kabar Petang | METRO TV

Faktor Utama Penyebab Nilai Tukar Rupiah Naik Turun

Pergerakan nilai tukar mata uang sangat dipengaruhi oleh sentimen global, terutama kondisi ekonomi di negara adidaya. Melambatnya penyerapan tenaga kerja di Amerika Serikat menjadi katalis positif yang mendorong penguatan mata uang kawasan Asia, termasuk rupiah.

Data Ketenagakerjaan Amerika Serikat Berada di Bawah Ekspektasi

Laporan pasar tenaga kerja AS untuk bulan Juni 2026 menunjukkan bahwa ekonomi negara tersebut hanya menambah 57.000 lapangan kerja baru. Angka penambahan ini berada jauh di bawah ekspektasi kolektif para pelaku pasar dan ekonom yang memproyeksikan pertumbuhan sebesar 110.000 lapangan kerja.

Selain penambahan yang minim, data penggajian atau non-farm payrolls untuk bulan Mei juga direvisi menjadi lebih rendah. Pemerintah AS merevisi angka tersebut dari laporan awal sebesar 172.000 menjadi hanya 129.000 lapangan kerja baru.

Tingkat Pengangguran dan Pendapatan Rata-Rata Warga AS

Meskipun penambahan lapangan kerja melambat, tingkat pengangguran di Amerika Serikat justru mencatatkan penurunan tipis menjadi 4,2 persen dari bulan sebelumnya yang berada di level 4,3 persen. Di sisi lain, tingkat pendapatan per jam rata-rata warga AS mengalami kenaikan sebesar 0,3 persen secara bulanan atau naik 3,5 persen secara tahunan.

Data ekonomi makro yang kurang bertenaga ini langsung memengaruhi ekspektasi pelaku pasar terhadap langkah bank sentral AS, The Federal Reserve. Banyak investor mulai mengalkulasi ulang potensi penyesuaian suku bunga acuan dalam waktu dekat.

Probabilitas atau peluang kenaikan suku bunga oleh The Federal Reserve pada pertemuan bulan September mendatang kini mengalami penurunan menjadi sekitar 51 persen hingga 53 persen. Padahal sebelum rilis data tenaga kerja teranyar ini keluar, peluang kenaikan suku bunga masih bertengger di angka 63 persen hingga 67 persen.

Performa Pasar Keuangan Indonesia

Apresiasi mata uang rupiah hari ini juga berjalan selaras dengan kinerja positif di pasar modal domestik. Investor merespons positif data global dengan mengalirkan modal kembali ke aset-aset dalam negeri.

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dilaporkan melonjak signifikan sebesar 2,44 persen ke level 5.884,63 pada akhir pekan ini. Kenaikan simultan antara rupiah dan IHSG ini menunjukkan kembalinya kepercayaan pasar terhadap stabilitas ekonomi nasional di tengah volatilitas global.

Rangkuman Grafik Pergerakan Kurs Sepanjang Hari

Fluktuasi nilai tukar terpantau dinamis sejak pembukaan pasar spot hingga bursa ditutup secara resmi. Berikut adalah rincian pergerakan angka rupiah yang dipantau dari waktu ke waktu:

Pada awal perdagangan pagi pukul 09.05 WIB, rupiah langsung dibuka menguat 43 poin ke level Rp17.952 per dollar AS. Penguatan ini terus berlanjut hingga pukul 10.03 WIB, di mana posisi mata uang domestik sempat menyentuh level tertinggi hariannya di angka Rp17.945 per dollar AS sebelum akhirnya menetap di level Rp17.963 pada sore hari.

Tabel Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar AS
Waktu PemantauanNilai Tukar per Dollar ASStatus Pergerakan
Kamis Sore (Penutupan)Rp17.995Melemah
Jumat 09.05 WIB (Pembukaan)Rp17.952Menguat
Jumat 10.03 WIBRp17.945Menguat
Jumat Sore (Penutupan)Rp17.963Menguat
Kurs JISDOR Bank IndonesiaRp17.960Menguat

Bagi pelaku usaha maupun masyarakat umum yang ingin melakukan transaksi valuta asing, sangat penting untuk memahami cara membaca kurs dollar ke rupiah dengan memperhatikan perbedaan harga yang dipatok oleh institusi keuangan.

Masyarakat perlu mencermati apa bedanya kurs jual dan kurs beli yang ditawarkan di papan kurs perbankan. Kurs jual merupakan harga yang digunakan saat bank menjual dollar kepada nasabah, sedangkan kurs beli adalah harga yang digunakan saat bank membeli dollar dari nasabah.

Informasi perkembangan nilai tukar mata uang dan indikator ekonomi makro ini disajikan sebagai catatan publikasi berita finansial global. Angka kurs valuta asing dapat berubah secara dinamis di pasar spot seiring pergerakan sentimen harian. Belanja valas dengan bijak sesuai kebutuhan transaksi Anda.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed