Rusia dan China Buka Jalur Laut Arktik dan Siapkan Rute Sepanjang Tahun

Smallest Font
Largest Font

Rusia dan China memperkuat kerja sama logistik global melalui pelayaran kapal kontainer raksasa Xin Xin Hai 1 di Jalur Laut Utara, sekaligus merencanakan operasional rute Arktik tersebut sepanjang tahun.

Kapal milik NewNew Shipping Line itu sukses bersandar di Pelabuhan Murmansk, Rusia Utara, setelah melintasi jalur Arktik dan membongkar 500 kontainer komponen otomotif. Peristiwa ini menjadi bagian dari strategi Ice Silk Road guna memangkas durasi pelayaran Asia Timur-Eropa Utara hingga dua minggu dibanding rute konvensional.

Gubernur Wilayah Murmansk Andrey Chibis mencatat China menyumbang sekitar 40 persen dari total perdagangan luar negeri kawasan tersebut sepanjang 2025. Di sisi lain, BUMN Nuklir Rusia Rosatom mengonfirmasi efisiensi ekstrem dari jalur Kutub Utara ini.

Presiden Rusia Vladimir Putin memaparkan rencana pengembangan wilayah Timur Jauh dan Arktik dalam Forum Ekonomi Timur di Vladivostok pada Kamis (4/9/2026). Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas infrastruktur transportasi dan energi di koridor tersebut.

"Berdasarkan pengalaman yang telah diperoleh, kami meluncurkan sistem dukungan bisnis dengan skala dan cakupan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Mulai 1 Januari tahun depan, sebuah rezim preferensial tunggal akan mulai berlaku di seluruh wilayah Timur Jauh dan Arktik," kata Putin.

Ia juga menjelaskan bahwa pengiriman minyak pertama dari proyek Vostok Oil akan segera dimulai, sementara lalu lintas kargo Koridor Transportasi Trans-Arktik diproyeksikan melonjak dua kali lipat pada 2030. Selain itu, penggunaan pesawat nirawak ketinggian rendah diposisikan untuk mendukung angkutan kargo sipil.

"Seiring dengan perkembangan pesawat nirawak, ruang udara pada ketinggian rendah kini menjadi jalur transportasi yang sibuk, layaknya jalur kereta api dan jalur air. Oleh karena itu, sudah saatnya menetapkan standar bagi transportasi otonom barang sipil menggunakan drone," kata Putin.

Pemerintah Rusia turut merencanakan perluasan jaringan komunikasi ke seluruh ibu kota wilayah Timur Jauh pada 2030 serta mengizinkan daerah menginvestasikan kembali dana pinjaman infrastruktur yang telah dilunasi.

Terkait kondisi anggaran negara, Putin menilai fluktuasi yang terjadi merupakan hal wajar dan dapat diatasi secara bertahap seiring menjaga stabilitas makroekonomi.

"Mengenai defisit maupun surplus, semuanya datang silih berganti seperti gelombang," kata Putin.

"Saat ini memang sedang terjadi kekurangan. Namun, saya yakin bahwa secara bertahap - dengan terlebih dahulu menyelesaikan tugas menjaga stabilitas makroekonomi - kita akan dapat mengatasi semua persoalan ini," kata Putin.

Di sela-sela forum, Wakil Perdana Menteri China Ding Xuexiang menyampaikan kepada Putin bahwa prospek kerja sama kedua negara dalam pembangunan wilayah Timur Jauh sangat luas dan menjanjikan, sebagaimana dilaporkan kantor berita Xinhua.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed