Rusia dan China Buka Rute Pelayaran Arktik Jalur Laut Utara

Smallest Font
Largest Font

Poros kerja sama Rusia dan China mencatatkan sejarah baru dalam sektor logistik global setelah kapal kontainer raksasa Xin Xin Hai 1 asal China berhasil bersandar di Pelabuhan Murmansk, Rusia Utara, melintasi Jalur Laut Utara atau Northern Sea Route.

Pelayaran kapal milik NewNew Shipping Line tersebut menjadi bagian dari strategi megaproyek Jalur Sutra Es yang memotong rute konvensional Selat Hormuz dan Terusan Suez di tengah krisis kawasan Timur Tengah.

BUMN Nuklir Rusia, Rosatom, mengonfirmasi bahwa lintasan di perairan Arktik Rusia ini mampu menghemat waktu perjalanan antara Asia Timur dan Eropa Utara hingga dua minggu lebih cepat. Pada pelayaran perdana ini, kapal membongkar 500 kontainer berisi komponen otomotif di Murmansk.

Gubernur Wilayah Murmansk Andrey Chibis mencatat bahwa China menyumbang sekitar 40 persen dari total nilai perdagangan luar negeri wilayah tersebut sepanjang tahun 2025.

Presiden Rusia Vladimir Putin dalam Forum Ekonomi Timur di Vladivostok menegaskan komitmen pemerintahannya untuk menjadikan pelayaran di sepanjang Jalur Laut Utara beroperasi sepanjang tahun guna memperluas infrastruktur transportasi dan energi.

Putin memaparkan bahwa pengiriman minyak pertama dari proyek Vostok Oil akan segera dimulai, sementara volume lalu lintas kargo di Koridor Transportasi Trans-Arktik diproyeksikan meningkat dua kali lipat pada 2030.

"Berdasarkan pengalaman yang telah diperoleh, kami meluncurkan sistem dukungan bisnis dengan skala dan cakupan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Mulai 1 Januari tahun depan, sebuah rezim preferensial tunggal akan mulai berlaku di seluruh wilayah Timur Jauh dan Arktik," kata Presiden Rusia Vladimir Putin.

Pemerintah Rusia juga mendorong otomatisasi logistik wilayah utara dengan mengintegrasikan teknologi pesawat nirawak ketinggian rendah untuk angkutan kargo sipil.

"Seiring dengan perkembangan pesawat nirawak, ruang udara pada ketinggian rendah kini menjadi jalur transportasi yang sibuk, layaknya jalur kereta api dan jalur air. Oleh karena itu, sudah saatnya menetapkan standar bagi transportasi otonom barang sipil menggunakan drone," kata Presiden Rusia Vladimir Putin.

Selain itu, wilayah-wilayah di Timur Jauh diizinkan untuk menginvestasikan kembali dana pinjaman infrastruktur yang telah dilunasi guna mendanai rencana induk pembangunan daerah, diserta perluasan jaringan komunikasi ke seluruh ibu kota wilayah pada 2030.

Mengenai kondisi keuangan negara, Moskow optimistis dapat menjaga stabilitas makroekonomi meski sedang berada dalam situasi defisit anggaran.

"Saat ini memang sedang terjadi kekurangan. Namun, saya yakin bahwa secara bertahap - dengan terlebih dahulu menyelesaikan tugas menjaga stabilitas makroekonomi - kita akan dapat mengatasi semua persoalan ini," kata Presiden Rusia Vladimir Putin.

Terkait fluktuasi kas negara tersebut, kepemimpinan Rusia menilai kondisi fiskal masih sangat aman dari tekanan krisis.

"Mengenai defisit maupun surplus, semuanya datang silih berganti seperti gelombang," kata Presiden Rusia Vladimir Putin.

Kantor berita Xinhua melaporkan bahwa Wakil Perdana Menteri China Ding Xuexiang telah bertemu dengan Putin di sela-sela forum untuk menegaskan bahwa prospek kerja sama pengembangan wilayah Timur Jauh antara Beijing dan Moskow sangat luas dan menjanjikan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed