Saham BBCA Anjlok ke Level Terendah Akibat Rebalancing MSCI
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) merosot tajam sebesar 4,60 persen ke level Rp 5.700 per lembar pada perdagangan Jumat (29/5/2026) pekan lalu. Penurunan signifikan pada bursa domestik ini terjadi tepat saat momentum pelaksanaan rebalancing indeks global MSCI untuk edisi tinjauan Mei 2026.
Volume perdagangan saham emiten perbankan swasta terbesar di Indonesia tersebut mencatatkan aktivitas yang di luar kebiasaan pasar. Berdasarkan data perdagangan, volume transaksi tercatat mencapai 1,02 miliar lembar saham dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 111.208 kali.
Nilai transaksi total yang dibukukan dari perdagangan saham tersebut menembus angka Rp 5,82 triliun. Dilansir dari investor.id, aksi pelepasan portofolio oleh pemodal internasional memicu tekanan besar dengan catatan aksi jual bersih atau net sell dari investor asing yang mencapai Rp 1,95 triliun.
Koreksi tajam ini membawa harga saham BBCA menyentuh posisi terendah dalam periode lima tahun terakhir. Meski demikian, penurunan harga ini membuat indikator penilaian valuasi emiten menjadi lebih murah dari rata-rata historisnya.
Aplikasi Stockbit Sekuritas mencatat rasio price to book value atau PBV dari saham BBCA saat ini berada di level 2,71 kali. Angka rasio fundamental tersebut sudah berada di bawah deviasi standar minus dua PBV historis perusahaan selama 10 tahun terakhir yang biasanya bertengger pada level 3,21 kali.
Kondisi serupa juga terlihat pada rasio price earning atau PER perusahaan yang kini menyentuh angka 12,1 kali. Nilai kelipatan laba tersebut berada di bawah batas deviasi standar minus dua untuk PER jangka waktu 10 tahun yang berada di posisi 16,01 kali.
Proyeksi pergerakan pasar dari CGS International Sekuritas menetapkan titik acuan atau pivot pergerakan saham BBCA untuk perdagangan Selasa (2/6/2026) pada level 5.758. Jika pergerakan harga mampu melewati titik acuan tersebut, saham memiliki peluang menguat menuju target resistansi pertama di level 5.817 dan target resistansi kedua pada level 5.933.
Sebaliknya, analisis teknikal harian menempatkan batas penahanan bawah atau support pertama untuk perdagangan hari ini pada level 5.642. Sementara itu, area batas penahanan bawah kedua atau support kedua diproyeksikan berada pada posisi 5.583 jika tekanan jual di pasar masih berlanjut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow