Siswa di Karo Alami Hilang Ingatan Diduga Keracunan Makanan Gratis
Siswi SMK Bersama Berastagi berinisial FP mengalami hilang ingatan hingga 70 persen setelah diduga keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Agustus 2026.
Menurut keluarga, FP bahkan sempat tidak mengenali anggota keluarganya. Kasus ini merupakan bagian dari ratusan pelajar yang mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG.
Dosen Neurologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dr Wahyu Wihartono, menjelaskan bahwa toksin dari keracunan makanan dapat mengganggu fungsi neurotransmiter dan komunikasi antar sel saraf, yang berdampak pada fungsi kognitif seperti daya ingat.
"Intoksikasi akibat keracunan makanan memang dapat menyebabkan gangguan fungsi otak. Toksin dapat memengaruhi fungsi neurotransmiter sehingga mengganggu kerja sel-sel otak. Kondisi tersebut dapat menimbulkan gangguan kognitif, termasuk gangguan daya ingat," kata dr Wahyu.
Namun, dr Wahyu menegaskan bahwa penyebab gangguan harus dianalisis secara menyeluruh dengan memperhatikan jenis toksin, paparan, gejala klinis, riwayat penyakit, dan hasil pemeriksaan penunjang.
Dia juga menambahkan bahwa gangguan neurologis tidak selalu berasal dari racun, bisa juga akibat kekurangan oksigen, gangguan metabolik, atau kejang berkepanjangan yang merusak saraf.
Untuk memastikan penyebab gangguan ingatan FP, pemeriksaan elektroensefalografi (EEG) dilakukan di RSUP H. Adam Malik Medan pada 7 September 2026 untuk merekam aktivitas listrik otak.
"Hasil EEG tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk menentukan penyebab gangguan ingatan. Pemeriksaan lainnya seperti neurologis, kognitif, laboratorium, dan pencitraan otak juga diperlukan," ujar dr Wahyu.
Menurutnya, gangguan memori tidak selalu permanen karena anak dan remaja memiliki kemampuan pemulihan saraf yang baik.
"Harapannya, gangguan kognitif tersebut dapat pulih. Namun, perkembangannya tetap harus dipantau. Penanganan perlu disesuaikan dengan penyebabnya serta diarahkan untuk memulihkan fungsi saraf dan mencegah kondisi berkembang menjadi lebih berat," jelas dr Wahyu.
Dilansir dari Detikcom, Kementerian Kesehatan menyatakan FP kini dirawat jalan di RS Adam Malik Medan sejak 31 Agustus 2026 dan ditangani oleh tiga dokter spesialis, yakni anak subspesialis gastrohepatologi, anak subspesialis neurologi, dan kesehatan jiwa.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan, "Belum dapat disimpulkan ada kaitan antara penyakit yang diidap oleh FP dengan MBG."
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow