Strategi Iran dan Yaman Uji Daya Tangkal Militer Amerika Serikat

Smallest Font
Largest Font

Kemampuan militer Amerika Serikat di laut dan udara menghadapi tantangan besar akibat tekanan beruntun dari Yaman di Laut Merah serta strategi pertahanan pasif Iran pada Senin, 7 September 2026. Analisis pakar militer Yaman, Brigadir Jenderal Mujib Shamsan, menyebutkan keunggulan persenjataan Washington kini semakin sulit diterjemahkan menjadi daya tangkal yang efektif di kawasan Timur Tengah.

Di jalur perairan Laut Merah, Yaman berhasil memberlakukan blokade terhadap armada AS dan Israel meskipun Washington mengerahkan lima kelompok kapal induk. Shamsan mencatat ketimpangan biaya yang signifikan antara penggunaan rudal pertahanan seharga 2 juta dolar AS melawan pesawat nirawak musuh yang hanya berbiaya beberapa ribu dolar AS. Strategi serangan jenuh yang dilakukan secara berulang terbukti menguras sistem pertahanan udara kapal tempur AS.

Masalah ketersediaan dan rotasi armada turut memicu krisis operasional bagi Pentagon di wilayah perairan tersebut. Menurut data analisis militer, komandan USS Eisenhower sempat berselisih dengan pejabat Pentagon mengenai penarikan kapal dari Laut Merah akibat tingginya risiko serangan. Keterbatasan armada AS diperparah oleh kondisi internal tempat empat kapal induk sedang menjalani perawatan, tiga kapal dalam posisi latihan, serta sisanya ditempatkan di Pasifik dan perairan domestik Amerika.

Selain ancaman armada di perairan, keunggulan udara AS diuji oleh strategi penyebaran fasilitas rudal dan drone milik Iran di berbagai lokasi tersembunyi. Pengadaan fasilitas bawah tanah dan pertahanan aktif membuat kekuatan Teheran sulit dilumpuhkan melalui satu kali serangan udara. Kondisi perang berkepanjangan selama 39 hari memperlihatkan Angkatan Udara AS kesulitan menjangkau banyak titik sekaligus sambil mempertahankan pangkalan utamanya dari serangan balasan.

Penilaian intelijen Amerika Serikat menunjukkan bahwa Teheran kini memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi setelah mempelajari pola tempur dan kelemahan lawan selama konflik berlangsung. Kehadiran kapal tempur utama seperti USS Abraham Lincoln dan USS Harry Truman tercatat pernah menjadi sasaran tembak sebelum akhirnya ditarik mundur dari kawasan konflik.

Eskalasi di perairan strategis turut diperkuat oleh posisinya di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi dunia. Selain mengandalkan posisi geografis, Iran mengandalkan persediaan rudal balistik dan drone jarak jauh untuk menekan AS tanpa harus menerjunkan pasukan darat skala besar. Strategi perang berbiaya rendah dari pihak Yaman dan Iran ini dinilai berhasil membalikkan kalkulasi militer dan politik Washington dalam jangka panjang.

Sisi lain konflik memperlihatkan dinamika politik dan ekonomi yang dihadapi kedua pihak dalam menghadapi sanksi serta perang terbuka.

"Amerika memang kalah dalam perang-perangnya, tetapi tidak belajar dari pengalaman itu untuk kemudian memulai perang baru," kata Samir Habashneh, Politikus dan mantan Menteri Yordania.

Mantan menteri Yordania tersebut mencontohkan kegagalan militer AS pada Perang Vietnam yang menelan korban lebih dari 60 ribu personel sebagai bukti historis.

"AS telah menempuh jalan perang ekonomi setelah gagal mencapai tujuan mereka melalui jalur militer," kata Mohammad Reza Aref, Wakil Presiden Pertama Iran.

Pejabat tinggi Iran tersebut menambahkan bahwa sanksi ekonomi justru menggeser industri dalam negeri dari berbasis perakitan menuju lokalisasi serta mengurangi ketergantungan pada mata uang dolar.

"Ya, ya, kami sepenuhnya membenarkan hal ini. Kita sedang berada dalam perang eksistensial melawan Amerika," kata Hassan Ghashghavi, Anggota Parlemen dan Juru Bicara Komisioner Keamanan Nasional Parlemen Iran.

Ghashghavi mengonfirmasi peluncuran rudal balistik yang menyasar kapal perang AS sebagai respons atas pelanggaran hukum internasional oleh militer Amerika. Konfrontasi militer di Timur Tengah kini terus berlanjut tanpa kepastian penyelesaian diplomatik dalam waktu dekat.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed