Studi Ungkap Waktu Sarapan dan Makan Malam Memengaruhi Risiko Kematian

Smallest Font
Largest Font

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa jam makan harian memegang peranan penting terhadap tingkat kesehatan seseorang. Waktu konsumsi asupan nutrisi terbukti memiliki kaitan erat dengan tingkat risiko kematian, dilansir dari Detik Health.

Hasil riset yang dipublikasikan dalam European Journal of Clinical Nutrition pada 31 Juli 2026 menganalisis data 31.044 partisipan dewasa berusia 40 tahun ke atas. Data tersebut bersumber dari National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) periode 1999–2018.

Para peneliti memantau kebiasaan konsumsi peserta selama 24 jam, termasuk jam makan dan jenis asupannya. Makanan atau minuman berkalori yang dikonsumsi setelah pukul 04.00 dikategorikan sebagai asupan pertama harian.

Rentang waktu antara konsumsi pertama dan terakhir dicatat sebagai durasi jendela makan (eating window). Data tersebut kemudian dihubungkan dengan rekam medis kematian hingga akhir 2019, dengan rata-rata masa pemantauan 8,6 tahun.

Selama periode pemantauan, tercatat 7.129 peserta meninggal dunia, dengan 2.259 kasus di antaranya dipicu penyakit kardiovaskular. Analisis data telah memperhitungkan faktor usia, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, kualitas diet, indeks massa tubuh, hingga riwayat penyakit.

Peneliti menemukan peningkatan risiko kesehatan saat jadwal konsumsi pertama bergeser semakin siang. Peserta yang baru menyantap makanan pertama pada pukul 08.00–10.00 mengalami kenaikan risiko kematian sebesar 10 persen dibandingkan kelompok pukul 07.00–08.00.

Kenaikan risiko kematian melonjak jadi 19 persen bagi individu yang baru makan antara pukul 10.00 hingga tengah hari. Angka tersebut terus meningkat mencapai 29 persen apabila konsumsi pertama baru dilakukan setelah tengah hari.

Kondisi serupa terdeteksi pada angka kematian akibat gangguan pembuluh darah dan jantung. Individu yang baru mengonsumsi asupan pertama setelah pukul 12.00 menghadapi risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular 46 persen lebih tinggi.

Pada partisipan berusia 50 tahun, kelompok yang terbiasa makan pertama setelah pukul 12.00 diperkirakan memiliki proyeksi harapan hidup rata-rata 2,46 tahun lebih pendek.

Pola Waktu Makan Malam dan Batas Keterbatasan Studi

Untuk waktu makan terakhir, grafik analisis membentuk kurva menyerupai huruf U. Dibandingkan dengan orang yang menyelesaikannya pada pukul 19.00–20.00, kelompok yang menyelesaikannya sebelum pukul 19.00 justru memiliki risiko kematian 13 persen lebih tinggi.

Risiko tersebut meningkat signifikan hingga 27 persen pada individu yang masih mengonsumsi makanan setelah tengah malam. Berdasarkan hasil pemodelan, titik risiko terendah berada pada batas waktu makan terakhir sekitar pukul 20.00.

"Namun, ini tidak berarti bahwa pukul 19.00-20.00 adalah waktu makan malam yang optimal secara universal untuk semua orang," kata penulis senior Zhilei Shan dari Universitas Sains dan Teknologi Huazhong.

Penelitian ini memiliki batasan karena pendataan waktu makan mayoritas hanya mengandalkan pencatatan satu kali 24 jam di awal pengamatan. Metode ini belum tentu mencerminkan konsistensi kebiasaan individu selama bertahun-tahun.

"Berdasarkan temuan ini saja, orang-orang seharusnya tidak melakukan perubahan ekstrem pada jadwal makan mereka," kata Shan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed