Suhu Tubuh Naik Picu Mimpi Buruk dan Aneh Saat Demam

Smallest Font
Largest Font

Kondisi demam dapat memicu munculnya fenomena mimpi buruk yang terasa lebih aneh dan intens dari biasanya. Fenomena unik ini dikenal luas dalam dunia medis sebagai istilah fever dreams atau mimpi demam.

Kenaikan suhu tubuh tidak hanya mengganggu fisik, tetapi juga berdampak langsung pada kemampuan berpikir serta suasana hati. Seperti dilansir dari Detik Health, kondisi demam memang terbukti dapat memengaruhi kualitas tidur seseorang secara signifikan.

"Biasanya, mimpi demam terasa lebih jelas, intens, atau mengganggu dibandingkan mimpi pada umumnya," kata Chelsie Rohrscheib, PhD, ahli saraf sekaligus pakar tidur.

"Mimpi demam juga bisa sangat emosional, sering kali bernuansa negatif, sedih, atau menakutkan. Perubahan neurokimia selama demam dapat memengaruhi pusat emosi di otak dan mengaktifkan respons fight or flight," sambungnya menambahkan mimpi demam juga cenderung berulang.

Selain mengubah pengalaman bermimpi, demam menimbulkan variasi respons fisik pada tubuh. Seseorang dapat merasakan Sensasi kedinginan dan kepanasan secara bergantian dalam waktu singkat.

Gejala fisik lain yang kerap menyertai antara lain sakit kepala, mual, nyeri seluruh tubuh, gangguan pernapasan, hingga perubahan suasana hati yang mendadak. Halusinasi visual yang sangat jelas juga ditemukan sebagai salah satu gejala demam dalam penelitian pada 2013.

Penelitian lanjutan membuktikan bahwa lonjakan suhu tubuh kecil sekalipun tetap mampu memengaruhi kemampuan berpikir seseorang. Peningkatan suhu fisik turut menaikkan temperatur pada organ otak.

Kondisi otak yang terlalu panas mengakibatkan kinerjanya tidak dapat berjalan secara optimal. Dampaknya, gambaran visual yang diproduksi saat tidur menjadi jauh lebih aneh dan acak.

Rohrscheib menjelaskan peningkatan suhu tubuh dapat membuat otak lebih sulit mengatur tidur, termasuk mengontrol empat tahap tidur.

"Demam dapat menyebabkan fase Rapid Eye Movement (REM), yaitu tahap tidur ketika kita bermimpi, dimulai lebih awal atau membuat seseorang menghabiskan lebih banyak waktu dalam fase REM," katanya.

Perubahan zat neurokimia di dalam otak akibat demam turut memperparah tingkat intensitas skenario dalam mimpi. Penggunaan obat-obatan tertentu yang memengaruhi sistem saraf pusat juga mampu memberikan dampak yang serupa.

Seseorang yang memiliki riwayat gangguan tidur atau kondisi psikologis tertentu, seperti depresi, memiliki tingkat sensitivitas yang lebih tinggi untuk mengalami fenomena mimpi demam ini.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed