Pemerintah Targetkan Internet 100 Mbps Merata di Indonesia dalam 2 Tahun

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menetapkan target besar untuk meningkatkan kualitas konektivitas digital di seluruh wilayah Indonesia dalam jangka pendek.

Pemerintah menargetkan kecepatan rata-rata internet secara nasional mampu menyentuh angka 100 Mbps dalam waktu dua tahun ke depan.

"Kita berkomitmen menembus 100 Mbps kira kira di dua tahun mendatang secara merata dan juga dengan harga yang semakin murah," ujar Wamenkomdigi Nezar Patria dalam keterangannya, Minggu (6/7).

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Nezar saat mengadakan dialog langsung bersama jajaran pegawai Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Medan, Sumatera Utara, Sabtu (04/07).

Pentingnya Akses Internet Berkualitas

Menurut Nezar, penyediaan akses internet yang andal serta berkualitas saat ini sudah bergeser menjadi kebutuhan dasar bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Oleh sebab itu, pemerintah terus mengawal pembangunan konektivitas agar menjangkau seluruh wilayah demi mendongkrak pertumbuhan sektor ekonomi digital nasional.

Langkah peningkatan kualitas konektivitas ini masuk ke dalam rencana strategis Kemkomdigi yang mengusung visi Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga.

Keberadaan infrastruktur digital yang mumpuni dinilai akan menjadi fondasi utama bagi kemajuan produktivitas masyarakat serta perluasan layanan publik berbasis digital.

Berikut adalah rincian tiga pilar utama yang menjadi fokus utama pemerintah dalam pengembangan sektor digital nasional:

Pilar Visi Komdigi Fokus Target Capaian
Terhubung Pemerataan jaringan ke seluruh pelosok daerah
Tumbuh Mendorong produktivitas dan ekonomi digital
Terjaga Memastikan keamanan dan keandalan konektivitas

Strategi Menggandeng Operator Seluler

Guna merealisasikan target kecepatan 100 Mbps tersebut, Komdigi mendorong para pelaku usaha dan operator telekomunikasi untuk memperbesar investasi mereka.

Pemerintah meminta perluasan pembangunan kabel serat optik, penguatan jaringan fixed broadband, hingga pemanfaatan teknologi satelit untuk wilayah terpencil.

"Kemarin kita juga mendorong operator seluler dan perusahaan telekomunikasi untuk meningkatkan belanja modal mereka sehingga dapat menjangkau daerah daerah pinggiran," tuturnya.

"Tujuannya agar masyarakat memperoleh akses internet yang semakin terjangkau dengan kualitas layanan yang semakin baik," imbuhnya.

Mengatasi Masalah Blank Spot

Meskipun proyek pembangunan infrastruktur digital terus digenjot, pemerintah mengakui bahwa kendala di lapangan berupa wilayah tanpa sinyal masih ditemukan.

Kawasan blank spot atau titik lemah sinyal tersebut bahkan dilaporkan masih ada di beberapa titik di Pulau Jawa.

"Kita harus menutup kesenjangan infrastruktur dan konektivitas yang masih ada, termasuk mengatasi wilayah wilayah yang masih mengalami blank spot," katanya.

Pemerintah kini menerapkan pendekatan terpadu dengan memadukan program pembangunan di wilayah tertinggal dan penguatan jaringan komersial di wilayah pinggiran.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed