Tenis Alex Eala Sedot Perhatian Ratusan Pendukung di US Open 2026
Ratusan pendukung memadati area lapangan latihan untuk memberikan dukungan langsung kepada petenis Filipina Alexandra Eala menjelang laga babak pertama kejuaraan tenis US Open pada Senin malam di New York, Amerika Serikat, dilansir dari AP News.
Para penggemar memenuhi seluruh kursi penonton sekitar empat jam sebelum pertandingan dimulai. Mereka membawa bendera Filipina serta mengenakan topi bertuliskan "Laban Alex" yang berarti ajakan untuk terus berjuang.
Petenis berusia 21 tahun tersebut kini menduduki peringkat ke-18 dunia setelah berhasil mengalahkan Iga Swiatek di turnamen Wimbledon dan meraih gelar tunggal tur pertamanya di Washington musim panas ini.
Mahasiswi pra-kedokteran New York University, Andrea Belen, menyampaikan alasannya mengagumi petenis tersebut saat menyaksikan sesi latihan bersama temannya, Sarah Frederick.
"Ini obsesi barunya. Ini telah menjadi hobi keluarga," kata Belen, merujuk pada ayahnya di Cleveland yang mendadak menyukai tenis sejak kehadiran Eala.
Belen menjelaskan bahwa cabang olahraga di Filipina umumnya didominasi oleh bola basket dan tinju dengan sosok pahlawan olahraga laki-laki.
"Sangat menyenangkan melihat seorang wanita di luar sana. Selain itu, dia berbicara dalam bahasa asli kami, Tagalog," kata Belen.
Di tengah riuhnya penonton di lokasi latihan, dorongan semangat juga datang dari warga Florida yang sengaja hadir untuk melihat sang idola secara langsung.
"Saya bahagia sekarang," kata Ellene Santos, pengunjung berusia 67 tahun asal Orlando.
Dukungan senada ditunjukkan oleh sekelompok pensiunan perawat yang mengenakan topi biru bertuliskan slogan penyemangat.
"Saya suka bagaimana Alex menunjukkan bahwa dia sangat bangga berasal dari Filipina," kata Joy Rodriguez, penonton berusia 65 tahun.
Rekan Rodriguez, Maria Espiritu, mengaku baru pertama kali menghadiri turnamen tenis secara langsung demi memberikan dukungan.
Sementara itu, penonton lain rela melakukan perjalanan jauh antarnegara bagian untuk menyaksikan Eala bertanding di New York.
"Dia sangat cerdas, sangat artikulatif. Dalam wawancaranya Anda dapat melihat nilai-nilainya," kata Frances Arespacochaga, warga Manila berusia 77 tahun yang berkunjung ke tempat saudaranya di Massachusetts.
Belen juga sempat melakukan panggilan video dengan ayahnya agar dapat menyaksikan sesi latihan Eala secara langsung, lalu membandingkan euforia ini dengan pencapaian atlet nasional lainnya.
"Semua orang menjadi gila. Kami bukan negara yang sangat besar jadi medali emas itu sangat berarti," kata Belen saat mengungkit keberhasilan pesenam Carlos Yulo yang meraih dua medali emas pada Olimpiade Paris 2024.
Antusiasme tinggi masyarakat Filipina dalam memberikan dukungan kepada para atletnya diperkirakan akan semakin besar seiring berlanjutnya langkah Eala di turnamen ini.
"Kami sangat lantang dalam hal mendukung orang-orang kami," kata Belen.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow