Tim Indonesia Pastikan Atlet Aman Meski Banjir di Nagoya Jelang Asian Games 2026

Smallest Font
Largest Font

Banjir disertai cuaca ekstrem melanda Nagoya menjelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Tim Indonesia memastikan seluruh atlet yang sudah berada di Jepang dalam kondisi aman, kata Chef de Mission (CdM) Todotua Pasaribu, Rabu (9/9/2026), saat pelepasan kontingen di Jakarta.

Cabang bola basket putra 5on5 dan anggar telah lebih dulu berangkat ke Jepang, dengan basket mulai bertanding pada 10 September 2026 melawan tuan rumah Jepang. Hujan deras memengaruhi area penginapan atlet di Atlet Village yang berlokasi di wilayah pelabuhan dekat laut.

"Memang kebetulan posisi Atlet Village yang dijadikan tempat penginapan bagi seluruh atlet yang ikut berkompetisi di Asian Games itu berada di wilayah pelabuhan, di pinggir dan tidak jauh dari laut," ujar Todotua Pasaribu.

Panitia penyelenggara telah menyiapkan langkah antisipasi, termasuk evakuasi dan peningkatan status kesiagaan di sekitar Atlet Village. Tim Indonesia terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan panitia serta otoritas setempat.

"Kita akan mengikuti aturan dari panitia dan pemerintah setempat. Sejauh ini atlet kita yang sudah berada di sana posisinya aman. Kita tinggal menunggu, mudah-mudahan dalam waktu segera kondisi bisa reda," kata Todotua.

Tim CdM memonitor perkembangan kondisi sejak malam hari dan otoritas setempat menerapkan pembatasan kegiatan. Banjir berdampak pada aktivitas masyarakat, termasuk layanan publik seperti rumah sakit dan sekolah.

"Ini situasi major. Bukan hanya venue olahraga, tetapi juga pelayanan umum. Jadi ini memang keputusan pemerintah setempat dan merupakan kondisi force majeure," jelas Todotua.

Meski begitu, persiapan atlet tetap dijaga dengan opsi alternatif tempat latihan bagi cabang yang membutuhkan sesuai kondisi lapangan. Dukungan nonteknis diberikan sejak keberangkatan hingga atlet kembali ke Indonesia, memastikan kebutuhan akomodasi, transportasi, dan layanan pendukung terpenuhi.

"Kita monitor terus. Prinsipnya, atlet fokus pada pertandingan," tegas Todotua Pasaribu.

Kontingen Indonesia akan diperkuat oleh 430 atlet dan 145 ofisial dari 35 cabang olahraga. Persiapan sudah memasuki tahap akhir setelah finalisasi Delegation Registration Meeting (DRM).

"Dukungan non-teknis akan kami berikan secara maksimal. Kami akan memastikan kebutuhan akomodasi, transportasi, layanan pendukung, dan kebutuhan atlet dapat berjalan dengan baik melalui koordinasi dengan masing-masing cabang olahraga," ujar Todotua.

Selain itu, 78 tenaga pendukung seperti dokter, masseur, fisioterapis, dan tim Head Quarter juga disiapkan untuk menunjang kebutuhan kontingen selama berada di Jepang. Keselamatan dan kebutuhan atlet menjadi prioritas utama Tim CdM di tengah kondisi cuaca yang masih menjadi perhatian.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed