Ahli Gizi Bagikan Tips Amankan Makanan dari Abu Vulkanik

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang sampai ke wilayah Jabodetabek memerlukan perhatian ekstra. Selain perlindungan pada saluran pernapasan, aspek keamanan pangan harian juga mesti dijaga secara ketat dari kontaminasi partikel halus tersebut, seperti dilansir dari Detik Food.

Partikel debu vulkanik yang mengendap pada permukaan konsumsi berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Oleh karena itu, langkah pencegahan pada sajian di rumah menjadi sangat krusial.

"Lagi ada abu vulkanik, yang perlu kita lindungi bukan cuma paru tapi juga makanan dan minuman kita. Kalau makanan kita terpapar, juga bahaya," ujar ahli gizi dr. Diana Suganda dalam unggahan videonya di Instagram.

Dokter spesialis gizi klinik tersebut membagikan beberapa upaya praktis yang bisa dilakukan untuk memastikan konsumsi harian tetap aman dari paparan abu vulkanik.

Langkah awal yang disarankan adalah menutup rapat seluruh sajan, khususnya bahan yang sudah matang. Penutupan ini tidak hanya menghalau paparan debu, tetapi juga mencegah masuknya serangga serta hewan kecil.

Olahan matang sebaiknya diletakkan di dalam wadah kedap udara atau dibungkus plastik. Penggunaan tudung saji dapat diterapkan jika hidangan ditaruh di atas meja, sementara cairan bisa dilindungi dengan penutup gelas.

Upaya berikutnya melibatkan penyimpanan konsumsi di tempat yang benar-benar tertutup. Langkah ini menjadi proteksi tambahan dari sirkulasi partikel udara.

Prosedur pembersihan bahan mentah juga memerlukan perhatian lebih. Buah dan sayuran yang baru dibeli harus dicuci secara menyeluruh sebelum dipotong dan disimpan.

"Kalau kita beli buah sayur, biasanya kan kita cuci biasa. Nah ini tuh bener-bener cucinya harus menyeluruh, harus bener-bener diulang, baru kita potong-potong dan simpan dalam wadah tertutup," jelasnya dalam video.

Penanganan Bahan yang Terkontaminasi

Apabila makanan dan minuman sudah terlanjur terkena endapan abu serta sulit dibersihkan, langkah terbaik adalah tidak mengonsumsinya dan membuat sajian baru.

"Jadi jangan sayang makanan sampai akhirnya malah kita terkena dampak abu vulkanik itu," ujarnya.

Diana menegaskan bahwa tidak ada asupan khusus, vitamin, maupun proses detoksifikasi tertentu yang mampu membuat tubuh kebal terhadap efek abu vulkanik.

"Jadi jangan fokus mencari "makanan penangkal abu" ya. Yang utama adalah mengurangi paparan dan menjaga makanan serta air tetap aman," tulisnya dalam keterangan Instagram.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan fokus mengurangi tingkat paparan debu vulkanis melalui penerapan prosedur kebersihan konsumsi secara konsisten.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed