Toyota Veloz Tabrak Truk Parkir Usai Ngebut di Bahu Tol

Smallest Font
Largest Font

Aksi berbahaya mengemudikan kendaraan dengan kecepatan tinggi di bahu jalan tol kembali memicu insiden kecelakaan lalu lintas. Sebuah Toyota Veloz mengalami kerusakan parah akibat menabrak bagian belakang truk yang sedang berhenti di bahu jalan Tol arah Bandara Soekarno-Hatta.

Peristiwa yang terjadi pada 5 September 2026 tersebut terekam dalam unggahan akun Instagram evi.kristianti8788 dan dilansir dari Detik Oto. Insiden bermula saat mobil Veloz melaju kencang membuntuti Daihatsu Gran Max di lajur darurat.

Pengemudi Veloz sempat berupaya berpindah ke lajur kanan untuk mendahului, namun niat tersebut terhalang oleh kendaraan lain di depannya. Kondisi itu memaksa pengemudi tetap bertahan tepat di belakang Gran Max.

Situasi berubah fatal ketika kendaraan Gran Max mendadak berpindah jalur untuk menghindari truk yang sedang parkir di bahu jalan. Pengemudi Veloz yang hilang ruang tembak tidak sempat mengerem maupun membelokkan kemudi, hingga akhirnya menghantam bagian belakang truk tersebut.

Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana menilai kecelakaan ini menunjukkan masih kuatnya egoisme pengemudi di jalan raya tanpa memperhitungkan potensi bahaya.

"Karena merasa 'bisa' menghindari bahaya sehingga risiko bahaya sebesar apa pun diambil. Contoh pada kasus video yang mengambil bahu jalan untuk mendahului, dalam hal ini pengetahuan mereka yang minim dan kebiasaan yang buruk ditambah merasa aman-aman aja," ujar Sony.

Penggunaan lajur darurat sebenarnya telah diatur secara ketat dalam Pasal 41 Ayat 2 Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol. Regulasi menetapkan bahu jalan hanya diperuntukkan bagi arus lalu lintas dan kendaraan dalam kondisi darurat.

Aturan tersebut secara tegas melarang penggunaan bahu jalan untuk menderek kendaraan, menaikkan atau menurunkan penumpang, serta mendahului kendaraan lain. Namun, lemahnya penindakan membuat banyak pengendara mengabaikan aturan hukum yang berlaku.

"Hukum kan sebenarnya dibuat untuk melengkapi ketertiban. Nggak semua pengemudi fokus, ada kalanya melakukan kesalahan dan itu harusnya sedikit, tapi yang namanya Indonesia, yang lebih banyak yang melanggar daripada yang tertib, sehingga pengemudi yang tidak dibekali ilmu keselamatan dan tidak memiliki komitmen keselamatan akhirnya membangun budaya yang ada sekarang," kata Sony.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed