Donald Trump Jadwalkan Pertemuan dengan Xi Jinping di Washington

Smallest Font
Largest Font

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana untuk menggelar jamuan makan malam kenegaraan guna menghormati Presiden China Xi Jinping di Washington pada 24 September 2026. Pertemuan ini digelar di tengah lonjakan ketegangan geopolitik terkait sanksi terhadap perdagangan minyak Iran.

Pertemuan puncak di Gedung Putih tersebut dipandang sangat krusial bagi hubungan dua kekuatan ekonomi terbesar dunia, meskipun sejumlah pakar China tetap menjaga ekspektasi hasil pertemuan. Selain pembahasan bilateral, potensi konflik Iran menjadi agenda penting mengingat langkah AS yang merencanakan sanksi sekunder bagi mitra bisnis Teheran.

China yang menjadi pembeli utama minyak Iran menolak seruan Washington untuk menghentikan hubungan dagang tersebut. Donald Trump secara konsisten berupaya meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran untuk memaksakan kesepakatan baru demi mengakhiri konflik yang berlangsung lebih dari enam bulan.

Meskipun tekanan ekonomi terus meningkat, Donald Trump meredam isu ketegangan hubungan kedua negara saat menyampaikan keterangan kepada media di Ruang Oval.

"Kami akan menggelar jamuan makan malam kenegaraan, dan kami akan—kami melakukan banyak hal hebat bersama China, kami sudah berjalan sangat baik dengan China," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah perbedaan pandangan ekonomi yang masih memicu persaingan ketat di antara kedua negara. Di sisi lain, isu dinamika perdagangan luar negeri juga sempat mencuat dalam forum pembahasan tingkat menteri.

"Dia pria yang sangat baik, Kami sangat cocok satu sama lain. Kami memiliki hubungan perdagangan yang sangat baik, dan Anda tahu, mereka adalah pesaing dan sebagainya, tetapi kami memiliki hubungan yang sangat baik dengan Presiden Xi," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Kedatangan pemimpin China tersebut juga direncanakan akan didampingi oleh sang istri dalam agenda resmi kunjungan ke Washington akhir bulan ini.

"Dia datang bersama istrinya yang cantik. Dia adalah perempuan yang cantik dan luar biasa, dihormati di seluruh dunia. Mereka akan datang bersama," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Perbedaan sikap antara Washington dan Beijing sebelumnya terlihat jelas pada pertemuan Menteri Keuangan G20 di North Carolina. China menjadi satu-satunya anggota yang menentang pernyataan bersama terkait imbauan penghentian praktik pendistorsian perdagangan bagi negara pemegang surplus perdagangan berlebih.

Kunjungan mendatang menjadi babak baru setelah kedua negara sempat terlibat perang tarif yang memanas pada tahun lalu, sebelum akhirnya sepakat melakukan kesepakatan dagang sementara. Terkait keterlibatan China dalam isu Iran, Trump mengaku telah menyampaikan pesan khusus secara langsung kepada Xi Jinping.

"Saya mengatakan kepada Presiden Xi, ‘tolong jangan terlibat’—saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan dia—dan mereka sebenarnya tidak terlalu terlibat," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed