Utang Paylater Masyarakat Indonesia Tembus Rp 31,56 Triliun
Total utang masyarakat Indonesia melalui layanan beli sekarang bayar nanti atau paylater menembus angka Rp 31,56 triliun per Juli 2026. Nilai pinjaman tersebut setara dengan 0,35 persen dari keseluruhan total kredit perbankan nasional, seperti dilansir dari Detik Finance pada Senin (7/9/2026).
Otoritas Jasa Keuangan mencatat bahwa meskipun porsinya masih terbilang kecil terhadap total portofolio kredit bank, penyaluran pembiayaan berbasis digital ini mengalami pertumbuhan yang terhitung pesat.
"Per Juli 2026, baki debet kredit BNPL sebagaimana dilaporkan dalam SLIK sebesar Rp 31,56 triliun atau sebesar 0,35% dibandingkan total kredit perbankan," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam konferensi pers RDKB Agustus secara online, Senin (7/9/2026).
Pertumbuhan baki debet kredit BNPL pada Juli 2026 tersebut mencatatkan lonjakan hingga 31,22 persen secara tahunan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Peningkatan juga terjadi pada ekspansi basis pengguna fasilitas pembiayaan ini. OJK mencatat pemanfaatan saluran kredit tersebut meluas seiring dengan bertambahnya jumlah akun terdaftar di masyarakat.
"Jumlah tersebut meningkat dibandingkan Juni 2026 yang tercatat sebanyak 32,77 juta rekening," katanya.
Pencapaian total 33,50 juta rekening BNPL pada Juli 2026 menegaskan tren peningkatan ketergantungan masyarakat terhadap fasilitas pinjaman fleksibel tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow