Wapres Tanzania Mundur 25 Agustus 2026, Serukan Reformasi Konstitusi
Wakil Presiden Tanzania Emmanuel John Nchimbi resmi mengundurkan diri pada 25 Agustus 2026 setelah Presiden Samia Suluhu Hassan menerima surat pengundurannya, menandai dimulainya proses transisi kepemimpinan secara konstitusional.
Nchimbi, yang menjabat kurang dari setahun, menyatakan keputusannya sebagai pemenuhan janji politik pada Agustus 2025 untuk mundur jika presiden menginginkan perubahan kepemimpinan. Ia menegaskan, keputusan ini diambil untuk memenuhi komitmennya terhadap kepala negara.
"Saya yakin bahwa Presiden menghendaki adanya perubahan, sehingga saya memutuskan untuk memenuhi janji saya," ujar Nchimbi, dilansir dari The Star.
Sebelum mundur, Nchimbi memicu kontroversi dengan menyerukan pembentukan konstitusi baru yang mampu mendorong pembangunan martabat dan nilai kemanusiaan, bukan sekadar capaian ekonomi. Seruannya ini menarik perhatian karena reformasi konstitusi telah lama menjadi agenda utama kelompok oposisi dan masyarakat sipil Tanzania.
"Konstitusi baru ini harus mengarahkan kita pada pembangunan martabat dan nilai kemanusiaan, bukan sekadar capaian ekonomi," ujar Nchimbi.
Seruan tersebut memicu kritik tajam dari elite partai berkuasa Chama Cha Mapinduzi (CCM), yang menilai dorongan Nchimbi tidak sejalan dengan sikap pemerintah. Perbedaan pandangan ini memperlebar keretakan politik dan meningkatkan tekanan internal terhadap posisinya.
Pengunduran diri Nchimbi bertepatan dengan pembekuan izin terbit surat kabar MwanaHALISI selama enam bulan. Sanksi ini dijatuhkan setelah media tersebut merilis laporan mengenai perselisihan internal antara Nchimbi dan Presiden Hassan, yang dituding melanggar etika keakuratan informasi.
Di akhir masa jabatannya, Nchimbi mengumumkan keputusan untuk pensiun sepenuhnya dari dunia politik dan pelayanan publik, dilansir dari Africanews.
"Saya telah memutuskan untuk pensiun sepenuhnya dari dunia politik dan pelayanan publik," tegas Nchimbi.
Pengunduran diri ini terjadi di tengah sorotan publik terhadap stabilitas keamanan dan kebebasan sipil di Tanzania pascapemilu Oktober 2025. Pemilu tersebut, yang dimenangkan Hassan dengan hampir 98 persen suara, memicu kerusuhan politik terburuk dalam beberapa dekade, dengan sedikitnya 518 orang meninggal dan lebih dari 2.000 terluka, menurut komisi penyelidikan pemerintah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow