Warga Denmark Temukan Harta Karun Perak Viking 18,5 Kg di Halaman Rumah

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Aktivitas merapikan halaman belakang rumah untuk pembangunan teras baru berujung pada penemuan bersejarah di Denmark utara. Seorang pria di kawasan Rebild menemukan peninggalan perak Zaman Viking terbesar yang pernah tercatat di negara tersebut.

Seperti dikutip dari Detik iNET yang melansir CNN, lembaga kebudayaan Denmark Nordjyske Museer mengonfirmasi bahwa temuan ini terdiri dari sekitar 700 keping artefak kuno.

Objek yang ditemukan mencakup liontin palu Thor, beberapa gelang, tumpukan perak batangan, potongan logam, serta 47 koin yang kondisinya sebagian utuh dan sebagian terbelah.

Penemu artefak yang tidak ingin disebutkan identitasnya tersebut membagikan pengalamannya saat menggali tanah di taman miliknya.

"Awalnya ini cuma pekerjaan berkebun beberapa jam yang melelahkan. Tapi, ternyata ini menjadi kejutan terbesar dalam hidup saya," kata penemu tersebut.

Proses penemuan berawal saat alat kerjanya membentur benda keras di dalam tanah.

"Setengah jam menggali, alat saya membentur sesuatu yang mengeluarkan suara aneh. Awalnya saya kira cuma besi tua atau kawat pagar dan pecahan pot, tapi saat mulai menggali dengan tangan, tiba-tiba saya menarik satu per satu benda logam dari dalam tanah," cetusnya.

Timbunan logam berharga tersebut memiliki bobot total mencapai 18,5 kilogram. Nordjyske Museer mencatat berat ini hampir tiga kali lipat dibanding rekor temuan perak Viking terbesar kedua di Denmark yang berbobot 6,5 kilogram.

Sebanyak 320 objek seberat 6,4 kilogram ditemukan masih tersimpan di dalam wadah tanah liat aslinya yang diperkirakan berasal dari abad ke-10, sedangkan sisanya tersebar di area sekitarnya.

Masyarakat Zaman Viking memanfaatkan perak batangan, perhiasan, dan potongan logam sebagai alat pembayaran sekaligus simpanan kekayaan dengan menghitung bobotnya. Penemuan di Rebild ini menunjukkan pengelompokan berdasarkan berat yang menandakan penyimpanan aset secara sengaja.

Manajer Warisan Budaya Nordjyske Museer, Torben Sarauw, memberikan pandangannya mengenai signifikansi penemuan artefak tersebut bagi sejarah.

"Ini adalah penemuan sangat penting bagi pemahaman kita mengenai Zaman Viking di Denmark," kata Torben Sarauw.

Ia menambahkan bahwa temuan ini memperjelas fungsi logam mulia pada masa lalu.

"Bukan hanya karena ukurannya, tapi juga karena harta karun ini sangat jelas menunjukkan bagaimana perak berfungsi sebagai kekayaan sekaligus alat pembayaran di era tersebut. Rasanya seperti menemukan brankas peninggalan Zaman Viking," sebutnya.

Jaringan Perdagangan Lintas Benua

Analisis pada koin-koin yang ditemukan menunjukkan asal-usul dari wilayah Arab dan Anglo-Saxon. Dua koin Anglo-Saxon diidentifikasi berasal dari era Raja Edward the Elder yang memerintah Inggris pada 899 hingga 924, sementara koin dirham Arab ditemukan dalam kondisi terpotong dengan inskripsi khas abad ke-9.

Torben Sarauw menjelaskan implikasi dari penemuan koin-koin asing tersebut terhadap sejarah perdagangan.

"Koin tersebut mengungkap koneksi dengan dunia Islam di timur dan Inggris di barat. Ini juga memperlihatkan sebuah Zaman Viking di mana manusia, barang, dan nilai kekayaan berpindah melintasi jarak luar biasa jauh," paparnya.

Meski wilayah Rebild sering menjadi lokasi ditemukannya peninggalan Viking, otoritas setempat tidak merencanakan penggalian arkeologis skala besar karena lokasinya berada di pemukiman padat. Seluruh artefak tersebut kini diserahkan kepada Museum Nasional Denmark.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed