Alexander Zverev Tembus Final US Open 2026 Usai Tekuk Khachanov
Petenis unggulan utama Alexander Zverev berhasil melangkah ke babak final turnamen Grand Slam US Open 2026 setelah menumbangkan wakil Rusia Karen Khachanov lewat kemenangan tiga set langsung 6-3, 7-6 (9-7), 7-6 (8-6) di Arthur Ashe Stadium, New York.
Hasil manis pada laga semifinal Jumat tersebut memastikan langkah petenis asal Jerman itu ke partai puncak tanpa kehilangan satu set pun dalam empat pertandingan berturut-turut. Hasil ini sekaligus mengulang memori final Olimpiade Tokyo 2021 saat Zverev juga sukses membungkam lawan yang sama.
Perjalanan Khachanov menuju semifinal sendiri diraih usai memenangi pertarungan sengit lima set melawan petenis muda keturunan Vietnam, Learner Tien, dengan skor akhir 7-5, 4-6, 6-7, 6-1, 6-4 di babak gugur sebelumnya.
Di sisi lain, Zverev harus melalui jalan terjal sebelum mencapai fase empat besar. Pemain nomor dua dunia itu sempat memeras keringat selama 4 jam 33 menit saat menundukkan Quentin Halys 6-4, 4-6, 7-6(3), 6-7(3), 6-3 di babak kedua, setelah sebelumnya juga bermain maraton lima set melawan Lorenzo Sonego.
Mengenai sosok lawannya di semifinal, Zverev memberikan julukan khusus kepada Khachanov yang masuk ke turnamen sebagai peringkat 50 dunia.
"Kami memanggilnya profesor, dia tahu segala hal tentang tenis, saya sangat menghormatinya," kata Zverev, Alexander Zverev.
Performa fisik Zverev yang tangguh sepanjang turnamen mendapat pujian khusus dari legenda tenis Jerman, Boris Becker.
"Bukan tanpa alasan dia adalah juara dunia dalam latihan," kata Becker, Boris Becker.
Zverev sempat mengungkapkan kekesalannya atas penampilan diri sendiri saat harus bersusah payah melewati laga panjang melawan Quentin Halys di babak awal.
"Penampilannya cukup menyebalkan, jujur saja," kata Zverev, Alexander Zverev.
Ia menegaskan bahwa kemenangan berat tersebut berkat kerja keras yang ia jalani di luar lapangan pertandingan.
"Tapi saya menang, dan itulah yang terpenting. Saya di sini lagi selama empat setengah jam lebih. Pukul 02.15 lagi," kata Zverev, Alexander Zverev.
Petenis berusia 29 tahun itu menambahkan bahwa ketahanan fisiknya merupakan buah dari kedisiplinan berlatih secara intensif.
"Itulah alasan saya pergi ke gym," kata Zverev, Alexander Zverev.
Ia menilai latihan berat sangat penting untuk mengatasi situasi sulit di lapangan saat permainan terbaiknya sedang tidak keluar.
"Itulah alasan saya pergi ke lintasan lari dan berlatih — agar bisa keluar sebagai pemenang di momen-momen sulit seperti ini, saat Anda tidak bermain terbaik, saat Anda tidak mencetak winner ke sana kemari, tapi tetap bisa melewati pertandingan seperti ini," kata Zverev, Alexander Zverev.
Juara French Open 2026 itu kini berpeluang menyandingkan dua gelar Grand Slam dalam satu tahun kalender, sebuah rekor yang terakhir kali dicapai petenis Jerman lewat Boris Becker pada 1989. Kemenangan di New York juga akan memangkas jarak poinnya menjadi 1.810 angka dari pemuncak peringkat ATP Jannik Sinner.
Pada laga final yang dijadwalkan berlangsung Minggu pukul 14.00 waktu setempat, Zverev bakal berhadapan dengan salah satu wakil tuan rumah Amerika Serikat, antara Ben Shelton atau Frances Tiafoe.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow